MPC PP Sergai: “Fahrurozi CS Jangan Menggiring Opini dan Mempolitisir”


SERGAI (Sumut) Wikimedan | Pemuda Pancasila Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) meminta kepada korban pemukulan aktivis yang terjadi di R2D Cafe Kecamatan Perbaungan, Sergai untuk tidak menggiring opini dan mengkaitkan permasalahan ini ke Organisasi manapun.

Fachri Lubis, Sekretaris Pemuda Pancasila Kabupaten Serdang Bedagai kepada awak media Sabtu (6/2/2021) di Sei Rampah mengatakan “Keamanan Kabupaten Serdang Bedagai sudah sangat kondusif dibawah kepemimpinan Bapak AKBP. Robin Simatupang selaku Kapolres Serdang Bedagai, kami tidak terima jika Organisasi Pemuda Pancasila dikaitkan dengan kejadian ini, karena kami merasa Organisasi Pemuda Pancasila tidak pernah bersinggungan dengan korban.

“Menurut saya saudara korban sudah terlalu mendramatisir kejadian, Jika memang salah satu pengurus Pemuda Pancasila bersinggungan dengan korban silahkan selesaikan secara pribadi, jangan menggiring opini seolah-olah ada organisasi di belakang semua kejadian ini”.

“Apakah pelaku menggunakan atribut organisasi saat kejadian? Jika pelaku menggunakan atribut dan membawa nama Organisasi, Pemuda Pancasila akan memberikan sanksi tegas, serta mengantarkan pelaku ke pihak Kepolisian. Tapi jika ini masalah personal, silahkan selesaikan secara personal tanpa melibatkan Organisasi kami, karena ini dapat menimbulkan konflik, dan jelas opini korban dapat meresahkan orang yang mendengar, seperti memancing kericuhan namanya”.

“Sudahlah stop penggiringan opini, kami juga meminta kepada seluruh media yang memberitakan masalah ini untuk tidak mengkaitkan ini ke pihak manapun, dan yang saya tau juga Korban yang mengaku Aktivis ini juga seorang residivis yang pernah menghina Lambang Negara, jadi saya rasa tidak pantas jika disebut Aktivis”.

“Saya juga meminta kepada Kepolisian Negara Indonesia terkhusus Polda Sumatera Utara, jangan mau terpancing oleh kegiatan intimidasi yang dilakukan korban, jika Lambang negara saja pernah dilecehkan, apalagi untuk mendramatisir sebuah kejadian, sangat mudah bagi seorang residivis”. Tutup fachri.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Sergai AKP. Pandu Winata kepada awak media mengatakan laporan Fahrurozi telah di terima sesuai dengan nomor polisi LP/74/11/2021/SU/Tes Sergai tanggal 04 Februari 2021 jadi tidak benar jika yang bersangkutan tidak dilayani.

Menurut Pandu, untuk saat ini sedang lagi menunggu hasil visumnya. Pada hari Jumat (5/2) siang pelapor ditelpon penyidik, namun tidak diangkat oleh pelapor. Sehingga mungkin agak sedikit terhambat, untuk dilakukan penambahan pemeriksaan terhadap korban oleh penyidik,” ungkap AKP Pandu Winata.

Pandu Winata Menegaskan, bahwa semua pelapor itu mempunyai keduduk an yang sama dalam pelayanan, jadi kita tidak membeda-bedakan baik itu aktivis, orang kaya, orang miskin, tidak ada membeda-bedakan, semua mendapat perlakuan dan pelayanan yang sama. Dan semua ada mekanismenya. pungkasnya.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *