Menyedihkan! Timnas Indonesia Dibantai Vietnam

Daftar Indodax

Menyedihkan! Timnas Indonesia Dibantai Vietnam – Dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 kali ini, Timnas Indonesia kembali bertemu dengan Vietnam. Sebelumnya di putaran pertama, Timnas harus menelan kekalahan telak 3-1 pada 2019 silam, yang dimainkan di stadion I Wayan Dipta Bali.

Karena pandemi, sistem pertandingan yang awalnya home away kini dipusatkan dalam satu negara dan UEA terpilih menjadi tuan rumahnya. Sedikit keuntungan bagi Timnas, bermain di tempat yang netral, karena jika bermain di Vietnam sendiri tentu tekanan suporter cukup besar.

Hasil imbang yang didapat Timnas setelah berhasil menahan imbang Thailand kemarin, membuat pasukan Sin Tae Yong optimis. Egy Maulana Vikri dalam press conference yang disiarkan di YouTube PSSI mengatakan, “Bagi pemain masa lalu adalah sejarah, kita harus melihat kedepan, tetapi kita harus belajar dari sejarah itu, kita belajar segalanya ketika mengalami kekalahan, untuk pertandingan selanjutnya kami tidak mau mengalami kekalahan dan kita akan berjuang lebih keras dari sebelumnya, jadi kita mau menang untuk pertandingan ini.

Jalannya Pertandingan

Babak pertama

Vietnam bermain cepat dibabak pertama, berkali-kali mengancam gawang Timnas Indonesia yang dijaga Nadeo Argawinata. Sampai menit 25, Timnas sama sekali belum menemukan pola permainannya. Gempuran terus menerus dari Vietnam membuat Timnas bermain setengah lapangan. Vietnam yang bermain dengan umpan-umpan pendek, mampu merepotkan barisan pertahanan Timnas Indonesia.

Insiden pertama adalah perebutan bola tanggung antara Arhan Pratama dengan pemain Vietnam yang membuat para pemain terpancing emosi dan dorong-dorongan antar tim tak terelakkan. Setelah insiden tersebut, kedua tim bermain semakin keras bahkan bisa dibilang kasar. Walaupun penguasaan bola Vietnam mencapai 72%, namun hingga peluit wasit berbunyi para pemain Vietnam belum mampu mencetak satu gol pun.

Babak Kedua

Di babak kedua, Timnas mengganti beberapa pemain. Masuknya Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaiman, membuat Timnas bermain lebih terbuka. Sayangnya, umpan-umpan pemain Timnas selalu dimentahkan bek-bek Vietnam. Permainan Timnas yang terbuka justru malah dimanfaatkan pemain Vietnam untuk menyerang balik. Momennya adalah ketika pergerakan Nguyen Tien mengelabui pemain belakang Timnas dan menendang bola datar kearah pojok kanan gawang kiper Timnas Nadeo Argawinata. Sayangnya, ia tak bisa berbuat apa-apa karena sudah mati langkah lebih dulu, Vietnam unggul 1-0.

Keunggulan Vietnam membuat Timnas bermain semakin berantakan, kontrol bola yang sering lepas hingga umpan-umpan yang tak jelas, mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Vietnam. Di menit ke 62, gol kedua terjadi. Kali ini melalui sepakan keras dari luar kotak pinalti, sepakan kaki kiri Nguyen Quang ini tak mampu dibendung kiper Timnas Indonesia.

Di menit ke 67, Vietnam menambah pundi-pundi golnya, kali ini melalui sundulan Nguyen Chong. Sepak pojok yang didapat pemain Vietnam ini tak mampu dihalau pemain belakang Timnas, hingga sundulan Nguyen Chong tak mampu ditepis kiper Timnas. Ketinggalan 3-0 membuat mental pemain Timnas Indonesia semakin berantakan bermain, makin tak karuan, dan sering melakukan pelanggaran tak penting. Ini membuat tensi pertandingan menjadi kasar, banyak kartu kuning keluar dari kantung wasit.

Kill the game terjadi dimenit ke 74, ketika Vu Vha Thanh mampu memanfaatkan kelengahan pemain Timnas yang semakin berantakan. Sepakan keras dengan kaki kiri kepojok tiang gawang tak mampu dibendung kiper Timnas lagi dan lagi. Gol indah ini menjadi penutup pertandingan malam ini.

Permainan Timnas

Meskipun menyedihkan harus diakui permainan Timnas malam ini buruk, meski mampu menahan imbang dibabak pertama, dibabak kedua Timnas malah dihajar habis-habisan oleh Vietnam. Secara taktik, fisik, maupun visi misi bermain, Timnas Indonesia masih ketinggalan jauh Vietnam.

Namun, ini baru pertandingan resmi kedua Timnas Indonesia dibawah asuhan coach Sin Tae Yong. Timnas Indonesia lagi di fase berproses, lalu berprogres. Malam ini adalah pembelajaran bagi para pemain untuk lebih tenang dan mampu mengontrol emosi untuk bermain lebih santai lagi. Keep it up boys and we still believe coach Sin Tae Yong!

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *