Mario Goetze Didesak Gabung Liverpool


Berita Liga Jerman, Borussia Dortmund, Liverpool, Mario Goetze

Wikimedan – Mario Goetze, yang dijuluki sebagai Lionel Messi dari Jerman, telah didesak mantan rekan satu timnya untuk gabung Liverpool.

Bintang Borussia Dortmund, Mario Goetze, didiagnosis menderita penyakit langka, miopati (penyakit pelemahan otot), tahun lalu. Ia kesulitan untuk temukan performa terbaiknya sejak kembali ke klub masa kecilnya itu dari Bayern Munchen pada 2016 lalu.

Dia hanya membuat dua penampilan di semua kompetisi musim ini dan gagal tampil impresif dalam kemenangan Liga Champions melawan Club Brugge, Rabu (19/9) lalu.

Mantan bos Die Borussen, Jurgen Klopp, memberikan Goetze debut seniornya pada 2009 lalu. Kini, mantan rekan satu tim di Borussia Dortmund, Kevin Grosskreutz, percaya ia harus pindah ke Liverpool untuk hidupkan kembali karirnya di bawah besutan Klopp.

“Saya bersimpati dengan Mario Gotze saat ini, karena semua berita soal dia – dan hanya dia – setiap harinya,” kata Grosskreutz kepada Sky Sports Jerman.

“Saat melawan Brugge, misalnya, seluruh tim tidak bermain dengan baik. Mungkin akan baik baginya untuk pergi ke luar negeri di bursa transfer musim dingin untuk menemukan kedamaian dan membawa karirnya kembali ke jalurnya. Klopp sangat mengenalnya, dia akan cocok untuk Liverpool,” tambahnya.

Goetze tidak masuk dalam skuad Borussia Dortmund asuhan Lucien Favre yang main imbang 1-1 di kandang Hoffenheim, Sabtu (22/9) lalu. Christian Pulisic selamatkan Dortmund dari kekalahan setelah gol Joelinton pada menit ke-44 membawa tuan rumah unggul lebih dulu.

Goetze Lebih Suka Jurgen Klopp Dibanding Pep Guardiola

Goetze sebelumnya mengakui dia lebih suka bermain di bawah asuhan Klopp daripada Pep Guardiola, yang jadi bosnya saat ia bermain di Bayern Munchen. “Saya masih melakukan kontak dengan Jurgen,” ujar Goetze.

“Tentu saja, dia mengajari saya segalanya tentang sepakbola profesional. Pada saat itu, saya baru berusia 17 tahun dan datang dari tim junior. Dia memperkenalkan saya pada semuanya. Dia membiarkan saya bermain,” ungkapnya.

“Secara teknis, [Guardiola] adalah pelatih yang luar biasa tetapi dia sangat fokus pada pertandingan dan tidak memikirkan pemain [yang berada] di luar rencananya. Dia tidak punya banyak rasa empati, dan empati adalah bagian dari menjadi pelatih kelas dunia,” tambahnya.

Advertisement

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *