KPK Ungkap Berbagai Teror dan Intimidasi kepada Para Pegawainya






Wikimedan – Hari ini, Kamis 1 November 2018, adalah hari ke-500 setelah peristiwa penyerangan terhadap pejuang antikorupsi, Novel Baswedan. Pada 11 April 2017, Novel diserang oleh oknum tak dikenal.





Saat itu, dia disiram menggunakan air keras. Persisnya usai melaksanakan ibadah shalat subuh di masjid dekat kediamannya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.





Terkait 500 hari teror kepada Novel ini, Wadah Pegawai KPK menggelar diskusi memperingati 500 hari teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.





Peringatan digelar untuk mendorong Presiden Joko Widodo menyelesaikan kasus-kasus penyerangan dan memastikan perlindungan terhadap para penggiat keadilan, termasuk Munir Said Thalib dan Novel Baswedan.





“7 September 2004, Munir Said Thalib dibunuh dalam perjalanan menuju Amsterdam untuk melanjutkan pendidikan. 11 April 2017, penyerangan kembali terjadi kepada salah seorang yang berupaya menegakan keadilan, yaitu Novel Baswedan,” ungkap Ketua WP KPK Yudi Purnomo, Kamis (1/11).





Yudi menyatakan bukan hanya Novel yang mengalami teror. Pasalnya, pegawai KPK lainnya juga kerap mendapat teror dan intimidasi saat menjalankan tugas dengan berbagai intimidasi. Baik kepada orangnya maupun fasilitas yang dimilikinya.






“Ancaman bom ke rumah penyidik KPK, penyiraman air keras ke rumah dan mobil milik penyidik KPK. Ada juga ancaman pembunuhan terhadap pejabat dan pegawai KPK, perampasan perlengkapan penyidik KPK, penangkapan dan penculikan terhadap pegawai KPK yang sedang bertugas, hingga percobaan pembunuhan terhadap penyidik KPK,” jelasnya.






Untuk itu, dalam peringatan 500 hari penyerangan terhadap Novel, Yudi berharap kasus ini mendapat perhatian penuh dari Presiden. Karenanya, ia menilai perhatian penuh Presiden dibutuhkan agar kasus teror ini segera terungkap.





“Kami berharap Presiden memberikan perhatian penuh terhadap pengusutan kasus penyerangan kepada penggiat keadilan di Indonesia dan memastikan pengusutan kasus dilaksanakan dengan tepat dan tuntas,” pungkasnyanya.





Sekadar informasi, Novel disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada 11 April 2017 lalu. Akibatnya, Novel harus menjalani berkali-kali operasi untuk memperbaiki kerusakan matanya. Hingga kini pelakunya juga belum terungkap.





(ipp/JPC)



Kategori : Berita Nasional
Sumber : https://www.jawapos.com/hukum-kriminal/01/11/2018/kpk-ungkap-berbagai-teror-dan-intimidasi-kepada-para-pegawainya

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *