Kodim 0117/Atam Latihan Gabungan Simulasi Penanganan Konflik Sosial (PKS) Di Komplek PT. Pertamina EP Field Rantau

ACEH TAMIANG, Wikimedan | Kodim 0117/Atam melaksanakan kegiatan latihan gabungan simulasi penanganan konflik sosial ( PKS) PT. Pertamina EP Field Rantau. yang di laksanakan oleh 3(tiga) satuan Kodim 0117/Atam, Kodim 0104/Atim dan Yonif RK 111/KB
Di Desa Kompleks Pertamina Rantau Kec. Rantau Kab. Aceh Tamiang, Rabu (12/12/2018).

Dalam latihan gabungan Simulasi penanganan konflik sosial ( PKS). PT.Pertamina yang notabene nya adalah perusahan pertambangn dan minyak negara merupakan Perusahan besar Ataupun badan usaha milik negara (BUMN) yang beroperasi mencari, menemukan dan menghasilkan sumber minyak untuk kepentingan negara,di Kabupaten Aceh Tamiang, tepatnya di Desa kompleks PT. Pertamina Rantau Kec. Rantau Kab. Atam dan Terdapat cabang dari pada perusahan tersebut singkat kata PT.Pertamina rantau bekerjasama dengan anak perusahaannya.

Pengeboran minyak dikerjakan dengan anak perusahaan dalam hal ini bisa kita katakan PT. Bormindo, kemudian PT. Bormindo menyiapkan para pekerja skill dan juga pengamanan dengan sistem kontrak, pada awalnya PT. Bormindo banyak mempekerjakan karyawan yang berasal dari pekerja lokal maupun dari luar daerah dalam operasionalnya.

Awalnya PT. Bormindo berhasil menembus 20.000 barell / bulan dalam waktu ke waktu cadangan minyak mulai menipis sehingga pendapatan ataupun hasil menurun hingga 8000 barell / bulan, Hal itu disebabkan banyak reg.pengeboran yang sudah tidak berfungsi, hanya beberapa reg yang masih aktif, manajement perusahaan mengambil langkah langkah untukengurangi biaya operasional dgn mengurangi tenaga kerja, dalam hal ini yang sudah habis masa kontraknya, oleh sebab itu byk para karyawan lokal yang terkena dampak penurunan tersebut.

Disinilah timbul dan terjadi konflik sosial, karena para karyawan baik tenaga skill ataupun pengamanan yang berasal dari daerah seputaran kompleks Pertamina merasa di berhentikan dengan sepihak, hingga terjadilah protes ataupun tidak terima dengan langkah yang di ambil oleh PT. Bormindo dan akhirnya beberapa orang pekerja membentuk barisan sakit hati dan kemudian berencana meminta pertanggung jawaban dari PT. Pertamina Ep Field Rantau agar
Mereka menuntut agar dipekerjakan kembali ataupun diberikan pesangon yang tinggi.

Sebenarnya dalam hal ini PT. Pertamina tidak ada andil, karena para pekerja bukan bekerja sebagai karyawan pertamina, melainkan PT. Bormindo, terjadilah kesalah pahaman, PT. Pertamina merupakan Objek Vital Daerrah, yang pengamanannya di bantu ataupun dalam pengawasan TNI, maka setiap kepentingan ataupun hambatan serta gangguan akan di pantau oleh TNI dalam penanganan nya, Sekelompok barisan sakit hati ingin menjumpai pimpinan pertamina, di kantor utama yang di jaga oleh pam Instalasi dari SSK TNI, maka dilaksanakan teknis pemeriksaan personil, hal ini membuat marah para personil yang di PHK, yang bermaksud menghadap pimpinan, akhirnya pasukan dari TNI mempersilahkan masuk setelah melaksanakan pencegahan secara persuasif, atas petunjuk Dan SSK, hanya ketua dari kelompok yang boleh masuk.

Setelah selesainya dari menjumpai pimpinan PT. Pertamina Rantau ketua kelompok keluar dengan wajah yang tidak puas, diluar ketua tersebut mengutarakan hasil kepada kelompoknya dan mengancam akan melakulan demo kepada pimpinan PT. Pertamina Ep Field Rantau.

Setelah itu esok harinya mereka mengatur rencana, ada dua orang Akmal dari desa Alur cucur yang memprovokasi baik itu keluarganya, family dan juga kerabatnya untuk beramai ramai datang ke kantor Pimpinan PT. Pertamina Rantau Begitu juga dengan Darmadi penduduk Desa. Alur manis dengan beberapa rekannya dari daerah asal yang terkena PHK juga memprovokasi warga kampungnya, Hal ini diketahui Babinsa desa setempat, setelah melaksanakan TCLC kepada Danramil, babinsa diperintahkan untuk melaksanakan pendekatan secara persuasif untuk menenangkan warga, Pencegahan hanya berlaku pada malam itu, tapi sebahagian warga keesokan paginya tetap mendatangi kantor utama PT.Pertamina Rantau, dengan membawa spanduk dan dan benda lain.

Awalnya mereka hanya berorasi di depan gerbang PT. Pertamina saja kemudian Tim cadangan dari TNI sudah siap berjaga didepan gerbang kantor, waktu yang berkembang para pendemo sudah meningkat dan ingin masuk ke halaman kantor, kemudian Pasukan TNI menambah personil dengan menyiagakan pasukan PKS, Pasukan PKS yang melaksanakan penyekatan, menahan para pendemo,

Tak lama kemudian pimpinan PT. Pertamina Rantau berkenan memberikan alasan kepada para demonstran, dan hal itu tdk diterima oleh para pendemo, mereka semakin bertindak anarkis, dengan melempar benda benda kepada pasukan PKS, maka pasukan pemukul PKS bersiaga bersama pasukan lain nya, bekerjasama untuk memecah jumlah demonstran yang semakin besar, mengeluarkan peringatan, tapi tidak diindahkan oleh pendemo, tembakan peringatan, lemparan gas air mata juga di lemparkan untuk membubarkan masa, tapi masa semakin beringas dan bertambah jumlahnya, maka pasukan PKS melaksanakan fungsinya, menghalau masa dengan tembakan water cannon untuk membubarkan, dalam pelaksanaan tersebut terdapat korban dari para demonstran, dan pasukan PKS dapat menangkap para provokator dan diserahkan untuk di adili, setelah pasukan PKS berhasil membubarkan, masalah konflik diselesaikan oleh pehak perusahaan dan masyarakat secara kekeluargaan hingga tuntas.

Pam instalasi dan para kelompok barisan sakit hati, berdialog, pam melaksanakan pemeriksaan personil kepada kelompok barisan sakit hati
Kelompok berusaha untuk masuk, tapi hanya satu yang diperbolehkan
Ketua keluar dari dalam terjadi aksi keributan, pam instalasi berhasil meredakan, klompok sakit hati pergi dengan mengancam akan kembali.

Provokator di dua tempat melaksanakan provokasi di daerah masing masing, untuk melaksanakan demo Unit Intel dan babinsa monitor, atas petunjuk danramil melaksanakan pendekatan dan pencegahan.

Pasukan cadangan dan pasukan PKS sdh berada di DP beserta peralatan, ambulance dan mobil pemadam standbye, demonstran datang dari dua arah yaitu dari Desa Alur Cucur dan dari desa Alur Manis, mereka berorasi dengan megapone, membawa spanduk dan bahan lemparan terjadilah kontak fisik dengan pasukan PKS kemudian
Pimpinan PT. Pertamina keluar dan menyampaikan hal – hal tentang pengurangan pekerja atau karyawan, Pendemo tidak terima bahkan semakin brutal, terjadi pelemparan penendangan, desakan untuk masuk ke dalam Komplek PT Pertamina.

Pasukan pemukul PKS masuk kedudukan, masa semakin beringas maka terjadi lah dorong mendorong dan pelemparan ke arah Pasukan kemudian Pasukakan maju dengan Formasi paruh lembing memisah demonstran kemudian Tim unit intel menangkap provokator dan Tim Kesehatan memberikan Pertolongan kepada korban.

Pihak PT. Pertamina Ep Field Rantau memberikan apresiasi kepada peserta latian simulasi penanganan konflik sosial ( PKS) yang di laksanakan di Komplek PT. Pertamina Rantau.

Hadir pada simulasi tersebut, Pasiops Kodim 0104 /Atim Kapten Inf Suharyanto,Pasiops Kodim 0117 /Atam Lettu Inf Asroni,Ka Security PT. Pertamina Ep Field Rantau Nasbin Harahap,Staf Security Mayor Inf Budi Oktafian, Batih Ops Dim 0104 /Atim Sertu Sulandi,Batih Ops Dim 0117 / Atam Serka Guntur Sinaga,Personil Kodim 0104 /Atim,Personil Kodim 0117 / Atam,Personil Bataliyon RK 111/ KB Khusus,Personil Security PT. Pertamina Ep Field Rantau,
2 ( dua) Unit Mobil Pemadam kebakaran dari PT. Pertamina Ep Field Rantau,1( satu) Unit Mobil Ambulance dari RS. PT. Pertamina Ep Field Rantau.(ABS).

Kategori : Berita Medan

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *