Kisah Bripka Ambarita, Sempat Kerja di Pabrik Cat hingga jadi Polisi yang Ditakuti Penjahat

Daftar Indodax

Berita Hiburan – Sosok Monang Parlindungan Ambarita atau lebih dikenal sebagai Bripka MP Ambarita (kini Aipda) kerap terlihat wara-wiri di layar kaca. Sebagai pemimpin tim Raimas Backbone, aksinya menanggulangi tindak kriminal di jalanan mengundang kekaguman pada masyarakat.

Di balik hal tersebut, siapa sangka jika Bripka Ambarita memiliki perjalanan karier yang cukup unik. Sebelum resmi diterima menjadi seorang anggota Polri, ia sempat bekerja sebagai pegawai di sebuah pabrik cat. Seperti apa kisahnya? Simak ulasan Wikimedan berikut ini.

4 Kisah Bripka Ambarita

Gagal saat mengikuti tes Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri)

Bripka Ambarita
Bripka Ambarita

Mendaftar di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) sempat dilakukan oleh Ambarita ketika masih berusia remaja. Pada saat itu, ia telah menamatkan pendidikan SMA di tahun 1995. Tes demi tes dilaluinya hingga akhirnya dinyatakan gagal pada tahap akhir. Sempat kemudian ditawari untuk masuk ke Bintara Kostrad TNI-AD namun ditolak oleh dirinya.

Bekerja sebagai pegawai di perusahaan cat

Saat tampil di channel Youtube milik Raimas Backbone
Saat tampil di channel Youtube milik Raimas Backbone

Usai gagal masuk Akabri, Ambarita mencoba peruntungan dengan mendaftar kembali menjadi calon Bintara Polri pada 1996. Namun pada tahap kesehatan, ia dinyatakan gugur karena kelebihan berat badan. Ambarita kemudian pergi ke Jakarta dan bertemu sang kakak yang menawarinya bekerja di perusahaan cat di daerah Ancol, Jakarta Utara. Ia ditempatkan sebagai pegawai laboratorium yang tugasnya membuat sampel warna.

Sempat menganggur dan mencoba kembali mendaftar ke kepolisian

Saat bertugas dalam tayangan The Police
Saat bertugas dalam tayangan The Police

Krisis moneter yang menghantam Indonesia pada tahun 1997 juga berimbas pada perusahaan tempat Ambarita bekerja. Ia akhirnya dipecat dan menjadi seorang pengangguran. Namun di tengah menganggur tersebut, ia masih menyimpan cita-cita sebagai polisi. Ambarita kemudian mencoba mendaftar dikmaba DK Polri tahun 1998-1999 dan akhirnya dinyatakan lulus.

Resmi menjadi seorang polisi dan memimpin tim Raimas Backbone

Bersama rekan-rekannya di kepolisian
Bersama rekan-rekannya di kepolisian

Seiring dengan dihapusnya Dwifungsi ABRI, Ambarita ditugaskan ke Jakarta setelah sebelumnya ditempatkan di Mojokerto, Jawa Timur. Dirinya tercatat sebagai anggota Reserse Polda Metro Jaya pada saat itu. Kini ia ditugaskan di Divisi Sabhara Polres Jakarta Timur dan memimpin tim pengurai massa (Raimas) Backbone yang memiliki 30 orang anggota.

Bripka MP Ambarita kini memimpin tim pengurai massa atau Raimas Backbone yang kerap mengamankan para kriminal yang mengganggu ketertiban di masyarakat. Sosoknya terlihat tegas namun juga humoris. Berkat aksinya tersebut, sosoknya kemudian viral dan banyak dikenal oleh masyarakat luas.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *