King Fahd Complex, Percetakan Al-quran Terbesar Dunia Ada di Madinah

Daftar Indodax

King Fahd Complex, Percetakan Al-quran Terbesar Dunia Ada di Madinah. Al-quran merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan dan diperintahkan untuk dibaca, direnungi dan dihayati. Hal ini seperti yang terdapat dalam surat Al Alaq, khususnya 5 ayat pertama. Ayat-ayat tersebut juga merupakan 5 ayat pertama Al-quran yang diturunkan pada bulan suci Ramadhan lho. Atau kamu mungkin lebih sering mendengarnya dengan sebutan malam Nuzulul Quran.

Mengenai Al-quran, pernah nggak kamu penasaran tentang bagaimana al-quran dicetak? Di Madinah ada loh percetakan Al-quran yang paling besar di dunia. Konon 18 juta eksemplar al-quran diproduksi di tempat ini. Tempat apakah itu? Simak rangkuman Wikimedan berikut ini.

Sudah ada sejak tahun 1984

Pabrik percetakan Al-quran ini berlokasi di Kompleks Percetakan Alquran Raja Fahd atau King Fahd’s Complex for the Printing of the Holy Qur’an atau disebut juga Majma Malik Fahd Li Thibaah Mushaf Syarif. Lokasi tepatnya sekitar 11 kilometer dari Masjid Nabawi. Diketahui, pabrik ini telah diresmikan sejak tahun 1984.

Lokasi super luas, lengkap dengan fasilitas

Majma Malik Fahd Li Thibaah Mushaf Syarif ini berlokasi di komplek yang memiliki luas sekitar 250 meter persegi. Selain berisi pabrik percetakan, komplek ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti bangunan kantor induk, gudang, kantin, rumah sakit, toko, masjid hingga rumah untuk tempat tinggal karyawan.

Cetak 78 versi bahasa dari seluruh dunia

Dari pabrik mega besar ini jutaan eksemplar Al-quran telah dicetak. Jutaan eksemplar ini kemudian disebarkan ke seluruh wilayah Arab Saudi dan puluhan negara di dunia. Sebab tidak hanya dalam bahasa Arab saja, ada 78 versi bahasa yang dicetak di Komplek Percetakan Alquran Raja Fahd ini termasuk Bahasa Indonesia. Alquran yang dicetak dari komplek ini tidak hanya berupa mushaf Alquran saja melainkan tersedia juga dalam bentuk kaset serta kepingan CD.

Pegawainya ribuan, di antaranya ada ulama dan penghafal Alquran

Sebagai komplek percetakan terbesar di dunia, tak heran kalau pegawai yang ada di sini jumlahnya mencapai ribuan (tepatnya hampir 2000 orang). Sebagian besar pegawai berasal dari warga Arab Saudi sendiri, namun ada juga warga negara asing. Selain itu, 900 di antara pegawai bertugas sebagai pengawas dalam pencetakan mushaf. Mereka adalah para ulama dan penghafal Alquran yang akan meneliti sedetail mungkin. Jika ada salah tulisan sedikit saja, cetakan tersebut akan langsung dipisahkan.

Terbuka untuk umum, bisa lihat proses pencetakan Alquran langsung

Percetakan Alquran terbesar di dunia ini dibuka untuk umum setiap hari kecuali Kamis dan jumat, namun dalam satu hari hanya terbatas mulai dari pukul 8.00 hingga 14.00 waktu setempat. Pengunjung harus antre terlebih dahulu dan hanya dibatasi sekitar 15 sampai 20 orang saja per satu rombongan. Setiap rombongan dibatasi sekitar 15-20 menit untuk melihat proses pencetakan Alquran. Hanya rombongan laki-laki saja yang diperbolehkan masuk ke area percetakan, sedangkan rombongan perempuan dipersilahkan untuk ke area showroom. Dalam setahun setidaknya setengah juta umat Islam berkunjung ke komplek ini.

Pulang bawa Alquran gratis, beli juga lebih murah

Pada musim haji, setiap pengunjung bisa mendapatkan satu Alquran secara gratis. Ini merupakan tanda hadiah dari Raja Salman. Selain itu, 1,8 juta eksemplar juga didistribusikan setiap tahun di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Pelabuhan Jeddah serta Bandara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah. Jika ingin beli, bisa juga karena di area showroom pada komplek ini tersedia berbagai jenis Alquran. Kamu bisa membeli Alquran untuk hadiah atau oleh-oleh dengan harga yang lebih murah ketimbang di toko biasa yang ada di sekitar komplek.

Meski yang terbesar namun tak hanya mengejar keuntungan

Komplek Raja Fahd ini mampu mencetak 13 juta eksemplar per tahunnya dan hingga kini sudah 327 juta lebih yang sudah diproduksi. Terbayang kan keuntungan yang didapat dari puluhan juta eksemplar tersebut? Namun ternyata, tidak semua Alquran yang dibuat di komplek ini dikomersilkan. Karena seluruh kegiatan produksi dibiayai oleh anggaran kerajaan, sebagian besar mushaf Alquran dibagikan ke banyak negara tanpa dipungut biaya apapun. Pengelolaannya diserahkan pada Kedubes Arab Saudi di masing-masing negara.

Jika suatu saat berkesempatan datang ke Masjid Nabawi, sempatkan sejenak untuk berkunjung ke King Fahd’s Complex for the Printing of the Holy Qur’an ya. Kapan lagi bisa melihat secara langsung bagaimana Alquran yang tersebar di berbagai belahan dunia dicetak.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *