Kenapa Udara Dingin Bikin Hidung Meler?

Hidung meler biasanya disebabkan sakit flu atau pilek. Menariknya, kondisi ini juga bisa dipicu ketika Anda kedinginan dalam waktu yang lama, meski tidak sedang sakit. Lantas, kenapa ya, hidung bisa meler saat terpapar udara dingin? Simak penjelasan ilmiahnya dalam ulasan berikut.

Penyebab hidung meler saat udara dingin

Hidung meler alias berair adalah salah satu gejala paling khas dari penyakit flu dan pilek. Namun bagi sejumlah orang, hidung meler bisa muncul karena paparan udara dingin.

Dalam istilah medis kondisi ini dikenal dengan rhinitis vasomotor, yaitu jenis rhintis non-alergi yang disebabkan oleh perubahan suhu dan kelembapan udara.

Jadi begini, udara dingin dan kering dapat mengiritasi lapisan hidung, yang kemudian menyebabkan pembuluh darah di membran hidung membengkak. Akibatnya, kelenjar hidung akan menghasilkan lebih banyak lendir mukus supaya lapisan hidung tetap lembap. 

Di sisi lain, hidung Anda meler akibat cuaca dingin adalah suatu fenomena yang mirip kondensasi. Udara yang Anda hirup adalah udara yang dingin. Kemudian tubuh Anda menghangatkan udara tersebut dan menghembuskannya sebagai udara yang hangat dan lembab. Ketika kedua udara yang berlainan suhu ini bertemu, titik-titik air terbentuk, dan mengalir keluar hidung Anda bersama dengan lendir mukus (ingus).

Mencegah hidung meler saat cuaca dingin

Meski bukanlah kondisi yang berbahaya, hidung meler akibat paparan udara dingin dapat membuat tidak nyaman. Untungnya, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan supaya Anda tidak terus-terusan tersiksa dengan hidung meler saat udara dingin.

Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan.

1. Pakai jaket

Salah satu cara untuk secara efektif mencegah hidung meler karena paparan dingin adalah dengan menghindari pemicunya secara langsung.

Jika diharuskan untuk bekerja di ruangan ber-AC yang terlalu dingin, tutupi kepala, hidung, dan mulut Anda dengan syal atau kain yang hangat. Mengenakan jaket tebal juga bisa membantu.

Intinya, lakukan apa pun yang membuat tubuh Anda hangat dan terlindungi dari paparan udara dingin secara langsung.

2. Minum air hangat

Air hangat dapat membantu meredakan peradangan di jaringan hidung dan mengencerkan lendir yang menyumbat saluran hidung. Jika tak suka rasa air putih yang tawar, Anda bisa membuat secangkir teh atau jahe hangat.

Tambahkan satu sendok madu atau perasan air lemon untuk memperkaya rasa dan membantu melegakan pernapasan.

3. Pakai humidifier

Humidifier adalah sebuah alat khusus yang dibuat untuk membantu melembapkan udara. Jika Anda berada di ruangan yang dingin atau bersuhu rendah, pengunaan humidifier dapat membantu melembapkan udara dan mengurangi iritasi pada saluran hidung serta bronkial.

Anda tidak memerlukan humidifier yang terlalu canggih atau mahal. Cukup pastikan Anda memilih ukuran humidifier yang tepat untuk ruangan tersebut, mudah dibersihkan, dan dapat mati secara otomatis jika tangki air habis saat Anda tidur atau keluar ruangan.

4. Semprot hidung

Hidung meler akibat rhinitis vasomotor biasanya akan sembuh sendiri setelah tidak lagi terpapar udara dingin. Namun, ada kalanya kondisi ini tidak juga membaik. Bahkan ingus Anda malah mengalir semakin deras meski Anda sudah menghindari paparan udara dingin.

Jika sudah begini, Anda bisa pakai obat antihistamin atau semprot hidung. Sejumlah obat semprot hidung bisa Anda temukan dengan mudah di apotek atau tanpa resep dokter. Namun, pastikan Anda membaca aturan pakainya dengan teliti sebelum menggunakan obat semprot hidung.

Jika merasa tidak paham dengan aturan pakai yang tertera pada kemasan obat, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Baca Juga:

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *