Kelebihan Dan Kekurangan realme narzo 30A yang Perlu Diketahui


Kelebihan realme narzo 30A

Ada lima hal menarik yang kami temukan dari ponsel ini. Seluruhnya terkait dengan spesifikasi yang menunjang kemampuan standar sebuah ponsel masa kini. Berikut poin-poin penjelasannya:

1. Desain Keren

Saat melihat bagian muka realme narzo 30A, impresi yang akan timbul mungkin biasa saja. Hal itu terlihat dari pemosisian kamera depan ala tetesan air (waterdrop notch) yang sudah mainstream, dan bezel layar yang masih tebal di bagian bawah. Namun, jika ponsel dibalik ke belakang, tampang ponsel ini boleh juga.

Sekitar sepertiga bagian penutup belakangnya (bagian atas) dipoles dengan halus. Selebihnya, sekitar 2/3 bagian yang lain punya motif garis-garis bertekstur. Desain seperti ini adalah kali pertama diterapkan buat ponsel realme narzo. Meski begitu, Samsung Galaxy A12 sudah lebih dahulu pakai desain penutup belakang seperti ini.

Bahan penutup belakangnya adalah plastik polikarbonat. Begitu juga dengan frame yang mengelilinginya. Meskipun bermaterialkan plastik, realme narzo 30A nyatanya punya build quality yang cukup bagus.

Rohith Bhaskar dalam situs web Money Control mengaku teringat akan sensasi kekokohan Nokia 3310 saat menggenggam narzo 30A. Apalagi, tombol power dan volume yang ada di sisi kanan clicky (mantap dipencet). Menoleh ke sisi kiri ada slot dua microSIM plus satu microSD.

Microphone, lubang speaker, port USB tipe C, dan jek 3,5 mm, melengkapi sisi bawah ponsel. Seluruh elemen ponsel dibungkus dalam dimensi 164,5 x 75,9 x 9,8 mm dengan berat 207 gram. Adapun pilihan warna yang disiapkan buat realme narzo 30A adalah Laser Black dan Laser Blue.

2. Tampilan dan Antarmuka Sip

Tidak jarang produsen yang belum menyertakan kaca proteksi buat layar ponsel. Namun, Anda tidak perlu khawatir akan hal itu karena realme narzo 30A sudah dibekali Corning Gorilla Glass 3. Ponsel pun dijamin tahan goresan saat tak sengaja bergesekan dengan kunci di dalam saku celana.

Sedikit masuk ke dalam, layar berpanel IPS 6,5 inci memang masih beresolusi HD+ (720×1600). Hal itu berarti bahwa kerapatan pikselnya cuma ~270 ppi. Kendati demikian, detail gambar yang dihasilkan masih cukup wajar diterima mata. Tidak ada masalah saat menampilkan video dari YouTube atau Netflix. Malah, layarnya punya adaptasi yang sip saat digunakan di bawah terik matahari.

Sebab, kecerahan puncaknya bisa sampai 570 nit. Walaupun begitu, ketika dites oleh Sushant Talwar dari digit, kecerahan narzo 30A mentok di 419 nit. Ponsel dengan rasio layar banding bodi 88,7 persen ini juga punya antarmuka realme UI 2.0 yang oke.

Antarmuka berbasis Android 10 ini ringan dijalankan. Animasi transisi ketika membuka menu satu ke menu lainnya nihil jeda. Selain itu, realme UI 2.0 juga bersih karena mengandung sedikit bloatware (aplikasi bawaan). Beberapa di antaranya bahkan bisa dihapus.

Realme UI 2.0 dilengkapi focus mode untuk yang tidak ingin digganggu, serta dark mode buat yang ingin tampilan serba gelap. Ada juga 11 wallpaper bertema alam yang bisa Anda pilih sebagai penghias layar. Salah satu fitur unik yang disematkan di UI ini adalah Dual Mode Music Share.

Fitur ini memungkinkan ponsel menyetel musik di dua output audio dalam waktu bersamaan. Dengan fitur ini, seseorang bisa memasang earphone berkabel untuk diri sendiri, serta earbud nirkabel buat teman yang ingin mendengar musik bareng.

3. Performa Responsif

Dapur pacu narzo 30A memang masih sama dengan yang dikandung realme narzo 20, yakni SoC MediaTek Helio G85. Namun, chipset delapan inti keluaran 2020 ini cukup modern karena punya arsitektur 12 nm. Di dalamnya terdapat sepasang core kecepatan tinggi berbasis Cortex A75, dan tiga pasang core hemat daya bercorak Cortex A55. Ada juga GPU Mali-G52 yang bisa melesat hingga 1 GHz.

Berkat chipset tersebut, realme narzo 30A mampu menyuguhkan performa responsif. Menurut pengalaman Rohith Bhaskar, ponsel ini cukup tangguh. Mampu menjalankan banyak aplikasi di belakang layar dan nyaris tak memunculkan jeda ketika berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya.

Jeda mungkin akan muncul saat ponsel dibiarkan tidur sejenak. Tentu ini merupakan hal yang wajar buat ponsel kelas entri. Pembahasan bagian performa kurang lengkap tanpa menghadirkan uji benchmark sintetis. Berdasarkan uji yang dilakukan Sushant Talwar, skor Antutu 8 ponsel ini menyentuh angka 201637.

Sedangkan Geekbench 5 mengungkap bahwa ponsel ini mendapat skor 350 (singlecore), dan 1283 (multicore). Adapun software pengujian grafis GFX Bench (Aztec Ruins, high tier) dan 3D Mark Wild Life menghasilkan skor masing-masing 746 dan 701. Skor-skor yang muncul bisa disebut cukup baik buat ponsel level entri.

Namun, aplikasi Gamebench mengungkap gambaran nyata saat si ponsel disimulasikan dengan beberapa gim. Menurut aplikasi itu, realme narzo 30A bisa menjalankan gim Call of Duty Mobile dengan lancar di pengaturan grafik medium. Gambar yang dihasilkan menyentuh angka 58 fps dengan stabilitas 87 persen.

Sedangkan kalau dipakai untuk main gim Asphalt 9 Legends, gambar yang dihasilkan 30 fps dengan stabilitas 99 persen. Fakta tak terduga ditemukan Talwar ketika menjajal Call of Duty Mobile dan Asphalt 9 Legends. Dua gim itu memang akan langsung memberi rekomendasi pengaturan grafik terendah saat dibuka.

Namun, realme narzo 30A ternyata mampu menjalankan dua gim tersebut di pengaturan grafis tertinggi tanpa ada tanda-tanda kepayahan. Maka dari itu, ponsel dengan chipset Helio G85 bisa dibilang adalah salah satu pilihan terjangkau jika Anda suka main gim.

4. Baterai Badak

Ukuran baterai 6000 mAh memang bukan hal yang luar biasa lagi buat ponsel kelas entri. Pasalnya, sudah banyak ponsel di kelas harga sama yang punya kapasitas serupa. Bahkan kakak narzo 30A, narzo 20, saja sudah memakai ukuran ini.

Meski begitu, berani menghadirkan kapasitas baterai besar buat HP murah perlu diapresiasi. Terlebih baterai berkapasitas besar adalah hal penting buat masyarakat Indonesia yang doyan berlama-lama menatap layar. Anda hanya butuh sekali cas agar bisa mendayagunakan ponsel ini seharian.

Bukan cuma itu, Sushant Talwar terkesan dengan ketahanan baterainya. Saat dipakai untuk bermain gim Call of Duty mobile selama 30 menit, baterainya hanya berkurang 7 persen. Sebagai catatan, layar diatur pada kecerahan tertinggi dengan lantunan musik pengiring gim yang keluar melalui speaker. Hal yang kurang lebih sama terjadi ketika si ponsel digunakan untuk memainkan Asphalt 9 Legends.

5. Sensor, USB, dan WiFi Lengkap

Seluruh sensor esensial yang dibutuhkan oleh sebuah ponsel ditanam dalam motherboard realme narzo 30A. Ada sensor cahaya, proksimiti, akselerometer, kompas (magnetik), dan sidik jari. Sensor yang absen hanya giroskop. NFC juga absen, sebuah hal yang wajar buat ponsel kelas entri.

Untungnya port USB yang dipasangkan sudah tipe C. Port modern ini makin fungsional karena mendukung USB On-The-Go. Anda yang tiba-tiba ingin membuka file di dalam flashdisk pun tak perlu lewat komputer, cukup dari ponsel ini. Hal yang mengesankan tentu dukungan WiFi yang sudah dual-frekuensi.

Ya, narzo 30A bisa menangkap sinyal WiFi 2,4 GHz maupun 5.0 GHz. Kemampuan menangkap sinyal WiFi berfrekuensi 5 GHz menjamin kestabilan koneksi lantaran latensinya yang rendah. Meskipun secara kecepatan tidak jauh berbeda dengan yang 2,4 GHz.

Kekurangan realme narzo 30A

Tidak cuma kelebihan saja yang ada di HP ini, ada juga beberapa kekurangan realme narzo 30A yang perlu dipertimbangkan sebelum membelinya. Apa saja itu? Simak ulasan berikut ini.

1. Storage Masih eMMC 5.1

Varian memori internal realme narzo 30A yang dijual di Indonesia adalah 64 GB didampingi RAM 4 GB. Ukuran ini sudah cukup buat dipasangi beberapa aplikasi dan gim kesukaan. File lagu, foto, dan video juga bisa ditampung.

Kalau kurang, ada slot microSD khusus yang bisa dimanfaatkan sampai 256 GB. Di sisi lain, teknologi memori internal yang diusung masih eMMC 5.1. Kecepatan sequential-nya memang tidak pelan, kira-kira setara dengan SSD SATA buat komputer. Uji yang dilakukan kanal YouTube Gogi Tech menunjukkan kecepatan storage narzo 30A ada di angka 223 MB/detik untuk baca dan 120 MB/detik untuk tulis.

Namun, tren memperlihatkan kini semakin banyak ponsel yang beralih ke teknologi penyimpanan berbasis UFS. Seperti Redmi 9T dan POCO M3 yang punya rentang harga sama dengan realme narzo 30A. Dua HP itu sudah memakai UFS 2.1 untuk varian storage 64 GB. UFS 2.1 tentu lebih cepat daripada eMMC 5.1, karena sanggup melaju hingga 880 MB/detik (baca) dan 200 MB/detik (tulis).

Singkatnya, UFS adalah standar storage masa depan yang akan memberikan pengalaman lebih baik. Khususnya ketika ponsel memuat file gim, aplikasi, dan menyimpan foto atau video beresolusi tinggi.

2. Pengecasan Butuh Waktu Lama

Kapasitas 6000 mAh adalah hal bagus buat realme narzo 30A. Apalagi resolusi layar yang hanya HD+, plus antarmuka Realme UI 2.0 yang simpel bikin ketahanannya oke. Anda yang merasa baterai di ponsel ini susah habis pun bisa ‘berdonasi’ daya kepada ponsel teman.

Maklum, realme narzo 30A punya fitur pengisian balik. Hal yang mungkin perlu Anda catat dari ponsel ini adalah kecepatan pengecasannya. realme memang sudah berbaik hati dengan memberi dukungan pengisian cepat 18 Watt buat ponsel ini.

Walau begitu, Anda butuh waktu sekitar 3 jam untuk mengisi baterai narzo 30A dari kosong sampai penuh. Durasi tersebut tentu bukan waktu yang sebentar. Oleh karena itu, Anda sebaiknya mengecas ponsel ini saat menjelang tidur.

3. Bobot Relatif Berat

Bobot ponsel yang berat adalah konsekuensi dari ukuran baterai besar, ini adalah hal wajar. Hingga artikel ini ditulis, tidak ada satu pun ponsel dengan ukuran baterai 6000 mAh yang bobotnya di bawah 200 gram. Termasuk realme narzo 30A yang punya massa 207 gram.

Sisi positif bobot besar adalah grip yang mantap. Meski begitu, menenteng ponsel ini relatif bikin tangan cepat pegal, apalagi jika Anda lebih suka menggunakan ponsel dengan satu tangan.

4. Fingerprint Terlalu Sensitif

Fitur keamanan di realme narzo 30A terbilang lengkap. Yang paling primitif ada pola garis-garis, lalu ada pemindai wajah. Ada juga pemindai sidik jari (fingerprint) yang ada di belakang. Hanya, fitur keamanan yang disebut terakhir punya masalah serius.

Kata Rohith Bhaskar, sensor fingerprint di ponsel ini sangat sensitif. Saat ponselnya dimasukkan di saku celana pun ponsel beberapa kali tiba-tiba terbuka. Yakni saat tangan tak sengaja menyentuh bagian luar saku.

Sementara itu, tidak ada pengaturan untuk mengurangi sensitivitasnya. Masalah ini mungkin bisa ditanggulangi dengan update firmware. Terlepas dari itu, respons pemindai sidik jarinya cepat tanpa jeda.

5. Kualitas Kamera Biasa, Tidak Ada Lensa Ultra Wide

Anda jangan tertipu dengan bentuk modul kotak kamera belakangnya yang punya empat lingkaran. Pasalnya, kamera belakang ponsel ini cuma dua plus satu lampu flash. Lensa utamanya beresolusi 13 MP, f/2.2; sedangkan lingkaran satunya adalah lensa monokrom 2 MP, f/2.4.

Konfigurasi lensa utama plus lensa monokrom memang kurang familier sejak pertama kali muncul di Huawei P9 (2017). Umumnya pendamping kamera utama adalah lensa makro, kedalaman, atau ultrawide. Lensa monokrom gunanya adalah menangkap gambar dalam mode hitam putih dengan lebih baik.

Lensa ultrawide tentu akan lebih fungsional ketimbang monokrom. Soalnya, lensa ultrawide memungkinkan lebih banyak objek yang bisa ditangkap oleh kamera. Lensa ini penting buat masyarakat Indonesia yang suka foto bareng dengan banyak teman atau saudara.

Adapun hasil tangkapan kamera belakangnya bisa dibilang biasa saja. Tidak ada masalah soal detail dan dynamic range dalam kondisi cahaya cukup. Begitu pula saat mengunci fokus. Masalahnya ada di saturasi warna yang kurang tegas dalam menampilkan gambar sesuai dengan aslinya, menurut Rohith Bhaskar.

Selain itu, kata Sushant Agarwal, tombol respons shutter-nya tidak terlalu gegas. Perlu waktu 2-3 detik untuk membidik satu gambar ke gambar selanjutnya. Beranjak ke kamera depan, ada selingkar lensa 8 MP, f/2.0. Kamera depannya cukup bagus dalam menangkap detail dan warnanya cukup akurat saat siang hari. Baik kamera depan maupun belakang bisa merekam video hingga resolusi 1080p di 30 fps.

Demikian ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan realme narzo 30A. Ponsel ini bisa jadi akan cocok buat Anda yang ingin tampil beda berkat desain keren penutup belakangnya. Kemampuan gaming-nya juga cukup oke untuk menjalankan gim-gim masa kini dengan lancar.

Apalagi jika koneksi internetnya disalurkan via WiFi 5 GHz, game akan semakin jarang mengalami lag. Keseringan main gim di ponsel ini pun bukan masalah karena baterainya yang jumbo. Namun begitu, Anda mesti menoleransi kemampuan kameranya yang biasa-biasa saja.

Jika Anda butuh ponsel dengan kemampuan kamera yang lebih baik, tidak ada salahnya untuk mengalihkan bidikan ke realme narzo 20, bisa juga Redmi 9T. Keduanya punya kamera utama 48 MP dan lensa ultrawide 8 MP.

Namun, bila Anda tidak terlalu butuh prosesor gegas dan tidak masalah dengan port microUSB lawas, realme C15 Qualcomm Edition patut dilirik. Ponsel tersebut punya konfigurasi empat kamera belakang yang salah satunya lensa ultrawide 8 MP. Rekomendasi lain soal HP di bawah Rp2 juta bisa Anda baca di sini.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *