Jokowi Difitnah PKI, Erick Thohir: Semut Diinjak Saja Marah

Wikimedan – Presiden Joko Widodo (Jokowi) lagi-lagi kesal kepada isu-isu hoaks. Kali ini dia geram karena dituduh merupakan bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Sehingga ingin ‘menabok’ oknum pembuat hoaks itu.

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir mengatakan capres yang didukungnya tidak melakukan serangan apapun. Pasalnya apa yang disampaikannya hanya kegelisahan terus-terusan diserang hoaks.

“Beliau tidak menyerang. Pak Jokowi hanya menyampaikan isi hati beliau,” ujar Erick Thohir saat ditemui di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Selasa (27/11).

Menurut mantan bos Inter Milan ini, setiap orang memiliki batas kesabarannya. Sehingga wajar Jokowi menggungkapkan kegelisahannya ingin menabok pembuat hoks PKI dan komunis ini.

“Kalau dizalimin ya pasti menjawab dong. Ini ibarat semut diinjak saja gigit. Coba tikus dipojokan, ngelawan kan,” katanya.

Erick menurut Erick peryataan Presiden Jokowi tidak berlebihan. Karena merujuk dari data yang dimiliki Jokowi masih ada 6 persen atau 9 juta penduduk Indonesia yang masih percaya mantan Gubernur DKI Jakarta ini bagian dari PKI.

Sehingga wajar Jokowi tidak ingin mendiamkan isu fitnah ini terus bergulir di tahun politik ini. Erick bahkan mengatakan apabila diserang oleh isu-isu tidak benar dirinya pun merasa risih.

“Masyarakat cukup percaya karena ada sembilan juta. Masa didiamkan‎, kasihan gitu,” pungkasnya.

Sebelumnya, ‎Presiden Jokowi menjawab kegelisannya selama ini dituduh oleh orang tidak bertanggung jawab, merupakan keturunan PKI. Isu ini selalu muncul jelang Pilpres.

Bahkan Jokowi mengaku sedih karena kadang ada kabar-kabar bohong yang menyudutkannya. Jokowi merujuk hal itu karena di media sosial yang isinya hoaks yang dimainkan oleh orang tidak bertanggung jawab.

Jokowi menambahkan tidak masuk awal ‎dirinya keturunan partai yang dinyatakan terlarang di Indonesia. Menurutnya PKI dibubarkan pada 12 Maret tahun 1966. Padahal saat itu dirinya baru berumur 4 tahun.

‎”Lha kok bisa diisiukan Presiden Jokowi aktivis PKI, ini yang kadang-kadang, haduh mau saya tabok orangnya,” katanya.

Menurut Jokowi dahulu dirinya selalu ‘cuek’ adanya fitnah mengenai bagian dari PKI. Namun saat ini tidak bisa didiamkan. Karena masih ada sekitar 6 persen rakyat Indonesia yang percaya dirinya keturunan PKI.

“Saya sudah empat tahun diginiin, dan enam persen itu 9 juta penduduk lebih,” pungkasnya.

Sekadar informasi di pada Pilpres 2014 silam isu komunis dan PKI yang menyerang Presiden Jokowi kala itu digulirkan lewat media cetak yang bernama Obor Rakyat.

Dalam media cetak tersebut, Presiden Jokowi juga dituduh keturunan Tionghoa. Namun belakangan isu itu hanyalah fitnah, dan orang-orang yang berada di media cetak Obor Rakyat sudah dijebloskan ke penjara.

(gwn/JPC)


Kategori : Berita Nasional

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *