Jadi Bank Digital, Bank Jago Catatkan Laba Rp 86 M di 2021

Daftar Indodax

Wikimedan.com – Jadi Bank Digital, Bank Jago Catatkan Laba Rp 86 M di 2021. Setelah dua tahun bertransformasi menjadi bank digital, PT Bank Jago Tbk (ARTO) akhirnya berhasil mencetak laba di tahun 2021. Berdasarkan press release perseroan, ARTO berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp 86 miliar.

Bank yang masuk ke dalam ekosistem super apps GoTo ini sukses meningkatkan asetnya menjadi Rp 12,31 triliun atau naik 465% dalam setahun. Setelah melakukan aksi korporasi berupa rights issue di awal 2021, ARTO langsung ekspansif.

Strategi ekspansi bank digital yang satu ini dibuktikan dengan penyaluran kredit sebesar Rp 5,37 triliun pada 2021, atau meningkat 491% secara year on year (yoy) dari posisi Desember 2020.

Bank yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh pebankir senior Jerry Ng ini fokus segmen ritel (consumer), mass market, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Keberhasilan ARTO dalam menyalurkan kreditnya tersebut selain karena berangkat dari basis yang rendah juga disebabkan oleh kolaborasi dengan berbagai pihak seperti fintech lending, perusahaan pembiayaan serta institusi keuangan digital lainnya.

Meskipun kredit ARTO terbilang agresif dan menyasar segmen UMKM, rasio kredit macetnya sangat rendah. Non Performing Loan (NPL) ARTO di penghujung tahun 2021 tercatat hanya 0,6% jauh di bawah rerata industri yang mencapai 3%.

Dengan capaian tersebut ARTO berhasil membukukan pendapatan bunga bersih senilai Rp 590 miliar atau tumbuh 812% yoy.

Di sisi lain integrasi layanan ARTO ke dalam super app Gojek, reksa dana online Bibit dan platform trading online Stockbit turut membantu ARTO dalam meningkatkan dana murah (CASA) perseroan.

CASA perseroan tercatat mencapai Rp 1,68 triliun pada akhir Desember 2021. Sementara itu, nilai deposito ARTO mencapai Rp 2 triliun sehingga secara struktur CASA menyumbang 45,6% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK). Rasio tersebut meningkat dari tahun 2020 yang hanya 27,2%.

Rasio Net Interest Margin (NIM) ARTO tercatat naik signifikan menjadi 7,4% di tahun 2021 dari tahun sebelumnya yang hanya 4,7%.

“Peningkatan dana murah merupakan hasil dari penerimaan publik terhadap aplikasi Jago sebagai solusi keuangan digital yang berfokus pada kehidupan. Kami percaya pengelolaan keuangan harus memiliki prinsip sederhana, kolaboratif, dan inovatif,” ujar Kharim Siregar selaku Direktur Utama ARTO lewat sebuah press release, Jumat (11/3/2022).

Kinerja yang positif menjadi salah satu bukti bahwa bank digital yang selama ini dianggap sebagai startup-nya bank dan butuh waktu lama untuk profitable tidak sepenuhnya benar. ARTO telah membuktikan bahwa hanya butuh 2 tahun untuk benar-benar memberikan bukti kinerja positif dari sisi bottom line.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *