Ini 5 Cara Melunasi Utang Sebelum Ramadan Tiba

Daftar Indodax

Ini 5 Cara Melunasi Utang Sebelum Ramadan Tiba – Hampir semua orang pernah berutang entah karena sama sekali tak memiliki uang atau hanya untuk memenuhi gaya hidup. Pada dasarnya utang bukan sesuatu yang buruk. Namun utang bisa menjadi sumber dari berbagai permasalahan lainnya.

Memasuki bulan suci Ramadan, sebaiknya utang tersebut segera dilunasi. Tujuannya agar tak membuat kita terbebani dan dihantui rasa bersalah. Selain itu, ibadah akan lebih tenang tanpa memikirkan tanggungan. Berikut beberapa tips melunasi utang sebelum bulan Ramadan tiba.

1. Memprioritaskan pengembalian utang ketika ada dana

Mengatur keuangan adalah langkah awal agar bisa melunasi utang. Hentikan tindakan impulsif yang membuat kita tergoda untuk membeli barang yang tidak diperlukan. Mulailah untuk menghapus pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting dan menentukan skala prioritas pengeluaran. Yang utama adalah daftar utang, tagihan dan kebutuhan pokok.

Jangan lupa untuk menetapkan skala prioritas dalam menggunakan uang. Ketika ada pemasukan, langsung sisihkan dana tersebut untuk pelunasan utang. Semakin kita menundanya, akan terasa semakin berat, karena tanpa sadar kita juga menumpuk rasa bersalah di situ. Perasaan ini akan membuat ibadah puasa nantinya kurang khusyu’.

2. Mencari sumber penghasilan lain

Butuh usaha ekstra untuk melunasi utang yang menumpuk. Rasanya mustahil seluruh gaji kita digunakan untuk melunasi utang sebab kita masih membutuhkannya untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Mencari sumber penghasilan lain bisa menjadi solusi yang tepat.

Contohnya dengan menjual keterampilan yang kita miliki seperti menjadi fotografer, penulis lepas, driver ojek online, atau bahkan Youtuber dan jualan online yang sedang tren seperti sekarang. Lakukan pekerjaan tersebut setelah pulang kantor atau di hari libur. Selain bekerja, membuka usaha juga bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan sumber pemasukan baru. Ketika utang sudah lunas, penghasilan dari sini bisa jadi dana tabungan atau investasi.

3. Etika, jangan lebih galak dari pemberi utang

Banyak pemberi utang yang mengeluh kenapa yang ngutang lebih galak dari yang ngutangin? Ternyata secara psikologis, orang yang berutang cenderung lebih galak saat ditagih karena merasa terancam. Sikap galak tersebut adalah pertahanan untuk melindungi dirinya.

Nah jangan sampai kita termasuk ke dalam golongan tersebut. Ingatlah bahwa utang adalah kewajiban yang harus dibayar. Seperti sabda Rasulullah SAW, “Siapa saja yang berutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri” (HR.Ibnu Majah).

4. Jangan meminjam uang untuk melunasi utang

Dalam dunia pinjam meminjam uang, pasti kita tak asing dengan istilah gali lubang tutup lubang. Cara ini biasanya dilakukan ketika seseorang sudah menemui jalan buntu untuk membayar utangnya, sehingga ia meminjam uang lagi untuk melunasi utang tersebut. Namun percayalah utang Sobat Wikimedan justru akan bertambah rumit.

Merasa mudah menemukan solusi pembayaran dengan mengandalkan uang dari pihak lainnya memang sering terjadi. Tapi ingat bahwa solusi semacam itu hanya sementara. Setelah itu, tagihan dengan jumlah yang lebih besar akan datang menghantui lagi.

5. Meminta maaf dan memperbaharui kesepakatan utang piutang

Jika benar-benar tak mampu membayar utang dalam waktu yang telah disepakati, peminjam bisa meminta perpanjangan waktu untuk membayar cicilan. Sebelumnya ajukan permohonan maaf dengan tulus dan jujurlah bahwa saat ini belum mampu melunasi utang tersebut.

Meski pemberi utang menyetujuinya, Anda tak boleh lengah, remeh dan santai-santai. Jika demikian, kita tidak menghargai kepercayaan besar yang ia berikan, saat tak ada satu pun orang mau membantu kita di masa sulit dan meminjamkan sebagian uangnya. Tetap fokus dan berusaha maksimal untuk melunasi utang tersebut.

Itulah beberapa cara yang mungkin bisa Sobat Wikimedan coba untuk melunasi utang sebelum bulan Ramadan tiba. Bukan hanya uang, puasa pun bila kita ada hutang, wajib untuk menggantinya. Akan sangat rugi jika ibadah kita terganjal persoalan yang mestinya bisa diselesaikan dengan baik-baik.

Jika kita berniat melunasinya, maka Allah SWT akan memberikan pertolongan. “Barangsiapa yang meminjam harta orang lain dengan niat mengembalikannya, Allah akan mengembalikan pinjaman itu, namun barangsiapa yang meminjamnya dengan niat ingin merugikannya, Allah pun akan merugikannya” (HR.Bukhari).

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *