India Bawa Kabar Baik untuk CPO, Apa Tuh?

Daftar Indodax

Wikimedan.com – India Bawa Kabar Baik untuk CPO, Apa Tuh? India memotong pajak impor minyak sawit mentah (CPO) menjadi 5% dari 7,5%. Saat ini, importir minyak nabati terbesar di dunia itu, tengah mengendalikan harga lokal untuk membantu konsumen domestik.

Pengurangan pajak Pertanian Infrastruktur dan Pembangunan Cess (AIDC), akan memperlebar kesenjangan antara CPO dan bea masuk minyak sawit olahan. Ini secara efektif membuat penyulingan India lebih murah untuk mengimpor CPO.

 

“Setelah pengurangan AIDC, perbedaan pajak impor antara CPO dan minyak sawit olahan akan melebar menjadi 8,25%,” kata Direktur Eksekutif Asosiasi Ekstraktor Pelarut India (SEA) yang berbasis di Mumbai, B.V. Mehta, dikutip dari Reuters, Senin (14/2/2022).

“Ini akan membantu penyulingan India, tetapi pemerintah perlu meningkatkan selisihnya lebih jauh menjadi 11% untuk mendorong penyulingan lokal,” imbuhnya,

Pemotongan pajak sudah mulai berlaku sejak Minggu (13/2/2022). Dalam pemberitahuan terpisah, pemerintah juga mengatakan akan memperpanjang pengurangan bea masuk dasar terpisah untuk minyak nabati hingga 30 September, dari target berakhir semula pada 31 Maret.

India mengimpor lebih dari dua pertiga kebutuhan minyak nabatinya dan menahan kenaikan harga minyak lokal selama beberapa bulan terakhir. Negara ini mengimpor minyak sawit terutama dari produsen utama Indonesia dan Malaysia sementara impor minyak kedelai dan bunga matahari berasal dari Argentina, Brasil, Ukraina, dan Rusia.

Kepala Eksekutif Sunvin Group, perusahaan pialang dan konsultan minyak nabati, Sandeep Bajoria, mengatakan impor minyak sawit olahan menyumbang hampir setengah dari total impor minyak sawit India dalam beberapa bulan terakhir. “Porsi minyak sawit olahan bisa turun hingga 20% dengan revisi struktur pajak,” kata Bajoria.

Penyulingan India meminta New Delhi untuk mengubah struktur bea masuk karena pembelian minyak sawit olahan di luar negeri lebih murah daripada CPO. Ini akibat pajak yang lebih tinggi yang dikenakan oleh negara-negara produsen atas ekspor CPO.

Mengingat ini sangat sensitif terhadap inflasi harga pangan, pemerintah India dalam beberapa bulan terakhir mencoba mengendalikan harga domestik dengan mengurangi pajak impor. Pemerintah memberlakukan batas persediaan dan menangguhkan perdagangan berjangka minyak nabati dan biji minyak.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *