Honor V40 5G Dikabarkan Mendukung Google Play, Setelah Lepas Dari Huawei  


Jakarta, Wikimedan – Honor V40 5G yang direncanakan akan rilis pada 22 Januari, dikabarkan akan didukung dengan layanan Google Play, setelah lepas dari Huawei yang mengalami dampak perang dagang antara China-Amerika Serikat.

Sebelumnya berbagai spekulasi menyebut penundaan peluncuran yang rencana akan dilangsungkan pada 18 Januari, dikarenakan ada penyesuaian V40 5G terdahap layanan Google, dan jika benar maka produk terbaru Honor itu akan menjadi rilisan pertama ex-Huawei yang akan berjalan dengan layanan Google play.

Baca juga: Cara Memisahkan File PDF

Sejak larangan Huawei oleh pemerintahan Trump mulai Mei 2019, pabrikan ponsel terkemuka asal China itu tidak diizinkan untuk mengemas produknya dengan layanan Google Play, ini juga berlaku untuk smartphone Honor karena mereknya dimiliki oleh brand berlogo kipas merah itu. Akibat larangan tersebut Huawei ‘kesulitan’ dari segi penjualan, hingga akhirnya melepas merek dan aset Honor guna menyusun strategi baru untuk bertahan di pasar ponsel dunia.

Alhasil Honor V40 5G sepertinya akan mendapatkan lisensi untuk mengirimkan smartphone 5G terbaru dengan Layanan Google Play, menurut berbagai spekulasi yang beredar.

Meski acara peluncuran itu awal ditunda, namun Honor untuk pasar China berjanji akan tetap meluncurkan pada tanggal 22 Januari besok. Yang secara spesifikasi V40 5G bakal hadir dengan layar OLED 6,72 inci dengan  kecepatan refresh 120Hz. serta diperkuat dengan Chipset Mediatek Dimensity 1000+ yang akan menjadi otak dari semua operasi pada ponsel ini.

Baca juga: Siapa yang Lebih Tangguh iPhone XS Atau XS Max?

Lalu pada sisi kamera terdapat quad camera, dengan sensor kamera utama 50MP, dan ponsel ini akan mendukung pengisian cepat 66W dan pengisian nirkabel 55W.

Jika Honor benar akan meluncur dengan layanan Google Play, lantas apakah merek Honor masih menggunakan Magic UI dan telah di-framework untuk Harmony OS? Tentu hal ini menjadi menarik pasalnya selepas Huawei dan Honor, Realme, Xiaomi dan Poco merasa nyaman berjualan tanpa ada dominasi brand raksasa tersebut.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *