Hal Ini Motivasi Andy Murray Untuk Kembali Beraksi

Daftar Indodax

Berita Tenis: Andy Murray mengungkapkan bahwa ahli bedah sombong yang mengatakan kepadanya bahwa ia tidak akan pernah bisa lagi bermain tenis secara profesional telah menjadi motivasi terbesar untuk kembali beraksi, meski hal tersebut bukan sepenuhnya hal yang positif.

Murray mengalami cedera pinggul cukup serius setelah Wimbledon musim 2017 ketika ia tengah menghuni posisi puncak dunia tenis. Ia membutuhkan waktu kurang lebih tiga musim untuk kembali melakoni laga nomor tunggal.

“Ada satu orang yang secara khusus membantu saya,” ungkap Murray.

“Ada seorang dokter/ahli bedah yang mengatakan kepada saya setelah Wimbledon musim 2017 bahwa saya bisa menjalani operasi pada pinggul saya, tetapi saya tidak akan bisa bermain tenis secara profesional lagi.”

“Saya lalu bertemu dengannya lagi pada pagi hari setelah saya menjalani operasi pinggul, ketika saya melangkahkan langkah pertama saya dengan pinggul yang baru dan menggunakan kruk. Saya berjalan di koridor dan ia tersenyum kepada saya, lalu mengatakan kepada istri saya, ‘Saya mengatakan kepadanya (Murray) bahwa ia harus melakukan ini (operasi)’.”

“Saya merasa kurang senang dengan sikapnya. Saya bisa mengatakan bahwa hal itu memberi saya motivasi terbesar, karena pada momen itu pastinya saya akan melalui masa yang berat, menjalani operasi, dan saya merasa ada sedikit kesombongan dalam kata-kata yang ia ucapkan kepada saya.”

“Itu cukup buat saya. Sebenarnya, saya ingin mengirimnya sebuah botol anggur untuk mengatakan terima kasih atas motivasi yang ia berikan begitu saya kembali ke lapangan untuk berkompetisi lagi, tetapi saya belum mencapai performa terbaik saya.”

Artikel Tag: Tenis, wimbledon, Andy Murray

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *