Garuda dapat Pengalaman Jelang Kompetisi Reguler

Daftar Indodax








Wikimedan Pelatih Garuda Bandung, Andre Yuwadi mengaku kecewa dengan kekalahan anak asuhnya oleh Satria Muda Pertamina dalam kompetisi pramusim Indonesian Basketball League (IBL) 2018/2019. Namun disisi lain dia dapat pengalaman berharaga untuk menghadapi musim reguler IBL 2018/2019.






Kalah 50-73, sisi offense jadi salah satu PR untuk Garuda. “Mungkin kalau di pertandingan sebelumnya, defense lawan sedikit longgar. Tapi melawan tim seperti SM, dengan defense yang bagus, anak-anak harus lebih keras lagi berusaha,” kata Andre usai pertandingan di Sritex Arena Solo, Senin (15/10).






Di sisi lain Andre tetap mengapresiasi anak asuhnya, karena mereka beberapa kali dapat menghentikan gempuran Satria Muda. Tidak hanya itu saja, Andre menilai akurasi Garuda tidak sesempurna sebelumnya. Hal tersebut dibuktikan melalui ‘mandulnya’ pemain Garuda dalam mencetak poin lewat tembakan tiga angka. Tercatat mereka hanya berhasil memasukkan dua tembakkan dari 22 percobaan.






Garuda juga terlihat kesulitan menembus big man satria muda di paint area mereka. Kerap kali tembakkan mereka dapat dipatahkan dengan mudah. Bahkan jika dilihat dari segi kecepatan, para pemain Garuda kalah jauh dibandingkan Satria Muda.







Kendati demikian Andre berharap laga itu dapat menjadi pembelajaran bagi para anak asuhnya. Sebab dengan bertarung melawan Satria Muda, mereka semua dapat lebih terlatih melawan tim-tim kuat lainnya di IBL musim 2018-2019.






“Memang kami sudah berhasil beberapa kali menghentikan poin SM. Tapi ternyata anak-anak saya tidak bikin poin juga. Itu yang menjadi masalah,” ujar Andre.







(mat/JPC)

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *