EURJPY Turun Setelah Saham Asia dan Wall Street Memerah, Menunggu Data Eropa dan Jerman

Mata uang Euro melemah melawan Yen Jepang sepanjang sesi pertengahan Asia di hari Jumat ini (24/7). Pasangan mata uang EURJPY harus rela memangkas beberapa kenaikan setelah adanya nada risk off yang cukup kuat di pasar global. Salah satu faktor yang mendukung pelemahan mata uang Euro adalah karena pasar saham global yang juga bergerak memerah.

Saat pertengahan Asia, pasangan bergerak di sekitar nila tukar 123,70 atau mewakili penurunan sekitar 0,17%. Sebelumnya pasangan sempat bertahan di sekitar nilai tukar 124,24 sebelum Yen Jepang mengalami pembelian yang cukup kuat.

Pergerakan pada saham Asia seperti Nikkei Jepang, Hang Seng HK, dan Kospi mengalami penurunan. Kemungkinan pelemahan saham kawasan Asia itu mengambil nada negatif yang juga terlihat pada Wall Street tadi malam. Panasnya hubungan antara AS dan China mungkin menjadi penyebab pelemahan risiko global beberapa waktu terakhir.

Pada hari Kamis kemarin, China mengatakan tekanan untuk menutup konsulat China di Houston telah menyebabkan hubungan kedua negara semakin memburuk. China juga memperingatkan akan ada langkah balasan dan akan memberikan dampak kekhawatiran pada pasar ekuitas global.

Selain pada masalah AS dan China, laporan data ekonomi AS tadi malam juga sangat menyebabkan risk off pasar mendominasi dan membawa Euro melemah. Data klaim pengangguran AS mengalami kenaikan lebih tinggi dari yang diprediksi sebelumnya. Menumbuhkan kembali kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global selanjutnya.

Kondisi Euro melemah bisa membaik jika pasar saham mampu mengalami pemulihan lagi. Mengingat saat ini kontrak berjangka S&P 500 mampu mencatatkan kenaikan 0,17% melawan nada merah Wall Street. Beberapa data ekonomi mengenai IMP awal dari Jerman dan kawasan Eropa akan menggerakkan pasangan jika lebih tinggi dari harapan.

Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *