Duh, Wilfried Zaha Dapat Ancaman Pembunuhan

Berita Liga Inggris: Wilfried Zaha mengungkapkan dia telah menerima pelecehan rasis dan ancaman pembunuhan setelah menghadiahkan penalti yang membuat Crystal Palace bermain imbang 2-2 melawan Arsenal pada akhir pekan.

Saat kedudukan 2-1 untuk keunggulan Arsenal, Zaha berlari ke arah Granit Xhaka dan dijegal oleh pemain internasional Swiss itu di kotak terlarang. Zaha lantas terjatuh dan wasit memberikan hadiah penalti, di mana Luka Milivojevic mencetak gol keduanya dari titik putih di pertandingan tersebut.

Hasil imbang tersebut mengakhiri rentetan sebelas kemenangan beruntun Arsenal di semua kompetisi. Dan melalui akun Instagram miliknya, Zaha mengklaim dia menerima tindakan tidak terpuji untuk aksinya yang dinilai diving.

“Untuk semua orang yang mengambil satu langkah lebih jauh dan menjadi rasis dan berharap kematian pada keluarga saya, saya berharap yang terbaik pada keluarga Anda,” tulisnya. “Hidupku masih sangat berharga meskipun Anda membencinya.”

Xhaka sendiri mengakui setelah pertandingan bahwa dia telah melanggar Zaha. Dia mengatakan: “Itu sulit, saya pikir itu penalti yang layak. Saya menyentuhnya di lutut. Wasit memberikan penalti, dan itu sepak bola.”

The Eagles saat ini berada di posisi ke-14 di Premier League – tiga poin di atas zona degradasi – sementara Arsenal berada di posisi keempat, empat poin di belakang pemimpin klasemen Manchester City dan Liverpool.

Palace akan bertemu Middlesbrough pada putaran ketiga Carabao Cup, Kamis (1/11) dini hari WIB, sebelum dihadapkan dengan tiga lawan berat di Premier League – Chelsea, Tottenham Hotspur dan Manchester United.

Artikel Tag: Wilfried Zaha, Crystal Palace, Arsenal, Premier League


Kategori : Berita Olahraga

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *