Cerita Lengkap Keluarga Soal Insiden Eril di Sungai Aare

Pasang Iklan Disini

Wikimedan.com – Cerita Lengkap Keluarga Soal Insiden Eril di Sungai Aare. Emmeril Khan Mumtadz yang merupakan putra sulung Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil, dilaporkan terseret arus di Sungai Aare di Bern, Swiss pada Kamis (26/5/2022). Hal itu terjadi pada siang hari saat cuaca cerah.

Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan keluarga, Elpi Nazmuzaman dalam keterangan tertulis, yang dikutip Minggu (29/5/2022).

Elpi menceritakan, insiden itu terjadi saat Eril – sapaan akrab putra sulung Ridwan kamil berenang di Sungai Aare, bersama adik dan kawannya yang telah lama tinggal di Swiss.

Kejadian tersebut terjadi pada siang hari waktu Swiss dengan kondisi cuaca cerah. Eril terseret arus sungai yang cukup deras yang sebelumnya sempat mendapat bantuan dari kawannya.

Elpi bercerita detik – detik terakhir keponakannya sebelum memilih berenang di Sungai Aaree. Menurut Elpi, Emmeril atau Eril berenang bersama adiknya Zara dan teman mereka yang telah lama tinggal di Swiss.

Kata Elpi, keponakannya itu merupakan sosok teladan, peduli, dan memiliki jiwa sosial tinggi. Sebagai anak muda yang sehat, pandai berenang, dan pemegang sertifikat selam, Elpi mengatakan sebelum berenang keponakannya memastikan kondisi arus air tidak berbahaya dan menentukan titik mana saja untuk turun ke air dan naik dari air.

Diputuskan Eril dan rombongan tidak loncat dari jembatan. Kemudian titik turun ke sungai di area yang bertangga. Eril dan rombongan memilih di titik di mana ada lansia dan anak – anak yang berenang dengan asumsi titik tersebut tidak berbahaya.

Sebagai orang yang “berpengalaman” di air, kata Elpi, keponakannya memutuskan untuk turun ke sungai paling pertama guna memastikan kelompoknya aman.

“Beliau turun paling duluan , menjaga kelompoknya,” kata Elpi.

Kemudian, setelah memastikan dua orang anggota kelompoknya selamat sampai di atas (kembali ke darat), kata Elpi, keponakannya tiba-tiba terseret arus dan sempat berteriak meminta tolong.

Teriakannya didengar warga sekitar yang lalu melaporkan kejadian itu ke polisi air.

“Eril berteriak ‘help’, keluarga yang ada di pinggir berupaya menolong. Teriakan ‘help’ terdengar warga di pinggir sungai dan memberi tahu polisi. Di hilir, posisinya polisi sudah tahu (akan ke mana),” tutur Elpi.

“Namun takdir Allah sudah ditetapkan, Eril terbawa arus sebelum berhasil naik ke daratan,” ungkapnya.

Ridwan Kamil yang sedang menjalankan tugas di Inggris, sebelumnya langsung bertolak ke Swiss setelah menerima kabar musibah tersebut.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari pihak Kedutaan Besar Indonesia di Swiss maupun kepolisian setempat yang terus berupaya mencari keberadaan Emmeril,” ujar Elpi.

“Kami mohon doa agar Eril dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat dan baik. Dapat berkumpul kembali bersama keluarga dalam keadaan sehat walafiat,” kata Elpi melanjutkan.

Kabar terkini, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern di Swiss mengungkapkan otoritas Kota Bern dan pemerintah Swiss akan berupaya semaksimal mungkin dalam pencarian Eril.

KBRI menyampaikan bahwa tim SAR Bern yang terdiri dari polisi air, polisi medis, dan pemadam kebakaran akan kembali melanjutkan pencarian Sabtu (28/5/2022) mulai pukul 08.30 sampai dengan jangka waktu yang diperlukan sesuai dengan kondisi alam sekitar sungai.

Berbagai metode akan dikerahkan dalam proses pencarian. Setelah sebelumnya memakai drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh manusia, kini tim SAR akan menggunakan drone konvensional untuk bermanuver serendah mungkin di atas permukaan sungai. Tim juga akan menggunakan perahu pencari dan sudah bisa mengerahkan penyelam.

“Metode pagi ini lebih intensif,” ujar Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman Hadad dalam konferensi pers virtual dikutip Minggu (29/5/2022).

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *