Berita : Tulang Pinggul Tergeser, Bekantan Ini Harus Menerima 10 Jahitan

Wikimedan – Kondisi awal bekantan tanpa nama ini terlihat lesu dan hanya bisa terbaring. Ketua SBI, Amelia Rizki menjelaskan berdasarkan arahan BKSDA Kalsel, pihaknya langsung membawanya untuk dilakukan tindakan medis. Ketika pemeriksaan dokter, bekantan tersebut didiagnosis dislokasi atau pergeseran tulang pinggul, sehingga mengalami lumpuh.

“Ada beberapa luka robek di kaki dan di bahu. Terpaksa diberikan tindakan bedah minor, luka hewan itu harus ditutup 10 jahitan,” beber Amelia dikutip dari Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), Sabtu (9/2).

Akibat kecelakaan, bekantan jantan tersebut mengalami pembekakan abdomen. Perutnya mengalami kembung melebihi batas normal. Dikhawatirkan ada pembekakan di dalam.

“Menurut dokter akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memulihkan pergeseran pinggulnya itu,” ujarnya.

Menurut Amelia, respons bekantan kemarin pagi cukup bagus. Sudah bisa makan walaupun perlu bantuan. Kenapa? Jangankan makan, duduk saja tidak bisa. Tulang pinggulnya masih lemah dan tak bisa duduk dengan baik.

“Alhamdulillah siang tadi nafsu makan lebih baik lagi, dan mulai aktif. Kami masih menunggu arahan BKSAD untuk tindakan apa selanjutnya,” tuturnya.

Amelia ingat sebenarnya kasus bekantan tertabrak seperti ini cukup sering terjadi. Namun tak separah seperti ini. Di kawasan Handil Bakti ada beberapa titik kawasan tempat bekantan itu. Posisi mereka terjebak oleh pemukiman.

“Memang habitat bekantan sudah sangat terdesak. Mereka banyak migrasi karena mengalami traumatik atau stres sehingga berani menyeberangi jalan dalam kondisi lalu lintas ramai,” jelasnya.

Sejatinya satwa liar seperti ini melihat manusia saja sudah berpikir untuk kabur. Mereka menghindar sedini mungkin agar tidak kontak dengan manusia.

Ketika terpaksa masuk ke pemukiman untuk migrasi berarti sudah sangat terdesak. Disebutnya, habitat bekantan terpantau saat ini di kawasan Handil Bakti hanya satu kelompok. Berjumlah 7 hingga 10 ekor. Sebelumnya dua kelompok.

“Bekantan ini sangat sensistif. Selain kasus tertabrak ini, ada juga bekantan yang tersengat aliran tegangan tinggi. Jumlahnya ada 5 kasus, satu tewas dan sisanya masih bisa selamat. Temuan-temuan itu kami tindak lanjuti dari informasi masyarakat melalui media sosial, telepon, dan lainnya,” tambahnya.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Jpg

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *