Berita : Debat Capres, Jokowi akan Bicara Capaian dari Bendungan hingga Freeport

Debat kedua Pilpres 2019 tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan dilakukan dua capres, petahana Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin sedikit membocorkan poin yang akan disampaikan petahana dalam debat nanti.”Pada debat yang akan datang, Pak Jokowi cukup menyampaikan capaian-capaian yang telah dicapai,” ujar koordinator debat TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, kepada wartawan, Selasa (12/2/2019).Pada debat kedua Pilpres 2019, yang akan digelar pada Minggu (17/2) mendatang, hanya capres yang akan tampil. Tema debat terkait isu energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup dan kehutanan, serta infrastruktur.Karding mengatakan Jokowi akan menjabarkan berbagai pembangunan yang telah dilakukan pemerintah selama ia memimpin hampir 5 tahun ini. Dari pembangunan irigasi hingga jalan tol yang dampaknya sangat dirasakan masyarakat.”Saya kira capaian jalan desa, jembatan, bendungan, irigasi, jalan kabupaten dan nasional, juga luar biasa. Tol juga hampir 1.000-an km, puluhan bandara baru, begitu pula juga airport besar maupun kecil dibangun oleh Pak Jokowi,” kata Karding.Pembangunan besar-besaran oleh Jokowi itu disebut dapat membuka ruang bagi ekonomi masyarakat. Karding menyebut setiap pembukaan jalan akan membuka akses masyarakat untuk berjualan atau melakukan kegiatan ekonomi lainnya.”Akan dibangun KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) yang nanti akan memudahkan pengangkutan barang dan jasa sekaligus mempercepat pembangunan ekonomi dan juga diintegrasikan dengan pembangunan destinasi wisata. Ini akan membantu masyarakat, ini di bidang infrastruktur,” tambah anggota DPR ini.Pembangunan infrastruktur ini, dikatakan Karding, sejalan dengan proses ketahanan pangan. Dengan irigasi dan bendungan yang banyak dibangun Jokowi, kata dia, itu memastikan jumlah air yang mengalir ke sawah atau kebun juga cukup.”Karena itu, irigasi dan bendungan itu menjadi prasyarat mutlak. Dan jumlah yang dibangun Pak Jokowi dalam jumlah yang fantastis, bahkan jika dibandingkan dengan jumlah-jumlah pemerintah yang sebelumnya, 4 tahun Pak Jokowi membangun sungguh luar biasa,” tutur Karding.”Soal ketersediaan pangan, memang kita berusaha memproduksi sebesar-besarnya, lahan sebanyak-banyaknya, menggunakan teknologi untuk produksi-produksi kita. Ketersediaan pangan ini mutlak dibutuhkan karena akan berdampak politik, oleh karena itu sepanjang telah kita upayakan dan rencanakan semaksimal mungkin maka ketersediaan pangan ini harus diupayakan dengan cara-cara lain salah satunya impor yang masih dalam batas wajar,” sambungnya.Karding menegaskan, meski memang masih ada impor yang dilakukan, bukan berarti Jokowi merupakan penganut sistem impor. Jokowi, menurutnya, justru mendorong rakyat agar mau kembali bertani dengan cara meningkatkan kesejahteraan.”Kita berharap petani penghasilannya baik, di satu sisi masyarakat juga tidak mendapatkan harga yang terlalu melambung. Caranya adalah mengefisiensikan ongkos produksi di pertanian kita. itu yang sedang dilakukan Pak Jokowi. Alhamdulillah petani baik-baik saja, kedua harga-harga juga tidak menonjol seperti yang disampaikan oleh pihak BPN (Prabowo Subianto-Sandiaga Uno),” jelas Karding.Soal isu lingkungan dan kehutanan, politikus PKB ini memamerkan berkurangnya jumlah kebakaran hutan dan lahan di era Jokowi. Ketegasan dalam penegakan hukum di pemerintahan Jokowi, disebut Karding, menjadi salah satu alasannya.”Selama 13 tahun kita malu dengan negeri tetangga, mereka kena dampak dan sangat merugikan mereka. Hari ini kita lihat bagaimana tidak ada sedikit pun kebakaran hutan terjadi di zaman Pak Jokowi ini. Selama 13 tahun masalah ini terus terjadi,” tuturnya.Dalam debat, Jokowi disebut akan membeberkan keberhasilan pemerintahnya mendapatkan saham mayoritas di Freeport. Belum lagi blok-blok lainnya.”Penguasaan blok-blok besar Mahakam, Freeport, Rokan, dan beberapa blok lain, itu adalah sumber energi luar biasa bagi kita dan sekarang bisa kita atur oleh anak bangsa sendiri. Kita menuju kepada kemandirian energi,” ucap Karding.”Sekaligus juga elektrifikasi, akan didorong elektrifikasi mencapai 99,9% dan pemerintah akan menyiapkan anggaran untuk elektrifikasi gratis di Indonesia pada 2018-2019 ini. Itu komitmen pemerintah agar seluruh warga Indonesia bisa mengakses listrik, terutama yang belum bisa mengakses listrik,” tambah anggota DPR ini. [detik.com]

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *