Bentrokan Warnai Peringatan Hari Papua Merdeka

Wikimedan Sekitar 250 orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menggelar peringatan Hari Papua Merdeka di Surabaya. Mereka memulai aksi pada Sabtu (1/12) pagi pukul 06.00 WIB. Massa bergerak dari Monumen Kapal Selam, Gedung Grahadi hingga depan kantor RRI.

Baru satu jam membacakan berorasi dan membacakan pernyataan sikap, aksi berujung bentrok. Massa aksi yang mayoritas mahasiswa asal Papua bersitegang dengan sejumlah ormas yang menamakan diri Surabaya Anti-separatisme.

Beberapa orang dari massa dari AMP mengalami luka. Namun bentrokan tidak berlangsung lama. Ratusan polisi langsung mengamankan dan membubarkan aksi agar tidak terjadi bentrok susulan dari kedua kubu.

Mahasiswa Papua
Polisi mengawal massa AMP yang berjalan kaki dari depan kantor RRI ke Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan, Surabaya, Sabtu (1/12) (Aryo Mahendro/Wikimedan)

Korlap AMP Dorlince Iyowau mengatakan, bukan kubunya yang memulai bentrokan. Dia dan ratusan massa AMP lainnya hanya berorasi dan menyatakan sikap atas nasib Papua Barat yang dianggap kurang perhatian dari pemerintah Indonesia dan karena pengaruh Amerika Serikat.

Dia menganggap ada konspirasi antara pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat atas nasib masyarakat Papua Barat. “Indonesia berkepentingan secara politik. Sedangkan Amerika kepentingan ekonomi melalui PT Freeport,” kata Dorlince kepada Wikimedan.

Tidak ada tindak lanjut dari AMP atas tuntutan dan pernyataan tersebut. Hal itu hanya untuk memperingati kemerdekaan rakyat Papua Barat ke-57. “Jadi maksud kami setelah orasi, akan kami evaluasi hasilnya,” terang Dorlince.

Saat ini, semua massa AMP telah membubarkan diri. Mereka berjalan kaki dari sekitar kantor RRI menuju Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan, Surabaya.

(HDR/JPC)


Kategori : Berita Nasional

Komentar
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *