Belum Waktunya Haid Tapi Muncul Bercak Kecoklatan, Apa Penyebabnya?

Daftar Indodax

[ad_1]

Menemukan flek coklat kemerahan di celana dalam padahal belum waktunya datang bulan mungkin membuat Anda bingung. Apakah ini normal, bercak ciri hamil, atau justru tanda penyakit? Jangan panik dulu. Tidak sedikit, kok, wanita di luar sana yang mengalami hal serupa dengan Anda. Nah, cari tahu apa saja penyebabnya muncul flek cokelat meski tidak sedang haid di artikel ini.

Penyebab flek cokelat yang tidak perlu terlalu dikhawatirkan

Flek kecokelatan yang muncul di luar waktu menstruasi Anda umumnya merupakan cairan keputihan yang sedikit bercampur darah tua sisa menstruasi yang lalu. Kondisi ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Flek cokelat juga bisa menjadi gejala PMS, yang menandakan bahwa Anda akan haid lagi dalam waktu dekat.

Pada beberapa wanita, flek kecokelatan bisa muncul setelah berhubungan seks. Bisa karena cedera akibat penetrasi yang terlalu kasar, atau karena iritasi akibat kondom tersangkut di dalam vagina.

Selain itu, bercak coklat bisa juga terlihat beberapa hari setelah menjalani tes Pap smear atau beberapa hari setelah mulai pasang alat kontrasepsi, entah itu minum pil KB atau pasang KB spiral IUD. Posisi IUD yang bergeser juga bisa menyebabkan sedikit perdarahan dari vagina.

Bercak darah kecoklatan juga bisa menjadi ciri awal kehamilan, tapi tidak semua wanita akan mengalaminya.

Pada wanita usia paruh baya (sekitar 40-50 tahun), kemunculan flek cokelat umumnya menandakan Anda sedang dalam masa perimenopause. Perimenopause adalah masa peralihan sebelum menstruasi berhenti total.

Namun, waspadai penyebab flek coklat yang bahaya ini

gangguan pencernaan saat menstruasi

Meski cukup umum, bukan berarti Anda boleh menyepelekan kemunculan bercak cokelat ini. Terutama apabila disertai oleh gejala-gejala lain yang mengganggu. Flek coklat dapat menjadi tanda dari penyakit tertentu yang harus mendapatkan perhatian medis khusus, misalnya:

1. Penyakit menular seksual

Flek darah yang berbau tidak sedap bisa menjadi tanda penyakit kelamin yang menular lewat hubungan seks tanpa kondom, seperti klamidia atau gonore.

Gejala lain yang umum dari penyakit kelamin adalah sensasi terbakar dan sakit saat buang air kecil serta saat berhubungan seks, vagina terasa sangat gatal, dan pinggul terasa nyeri.

2. Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul (PID) adalah infeksi pada organ reproduksi wanita seperti rahim, leher rahim (serviks), indung telur (ovarium), atau tuba fallopi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang ditularkan melalui hubungan seksual tanpa kondom.

Gejala utamanya adalah flek darah kecoklatan yang berbau, demam tinggi, sakit saat berhubungan seks, sensasi terbakar saat buang air kecil, serta nyeri hebat pada panggul dan sekitar perut bagian bawah.

3. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

PCOS adalah penyakit yang terjadi akibat ketidakseimbangan hormon androgen dalam tubuh. Kondisi ini membuat siklus haid jadi tidak teratur sehingga wanita dengan PCOS cenderung sulit hamil.

Gejala lainnya yang mungkin terjadi meliputi tumbuh rambut di wajah dan dada, cenderung berjerawat dan kelebihan berat badan, kadang juga merasakan nyeri pada pinggul.

4. Kanker serviks

Pada kasus yang jarang, flek coklat bisa menandakan kanker serviks. Tanpa perawatan medis, kanker serviks bisa menyebabkan berbagai komplikasi yang bersifat fatal. Bahkan kematian.

Gejala kanker serviks yang lebih umum adalah sakit saat berhubungan seks, menstruasi yang lebih lama dan lebih parah, perubahan jadwal BAB, nyeri hebat pada panggul, dan kelelahan tanpa sebab.

Segera mungkin memeriksa kesehatan Anda ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Mungkin Anda harus menjalani beberapa tes kesehatan untuk lebih memastikan penyebab yang akurat.

Baca Juga:



[ad_2]

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *