Bahrain Targetkan Peluncuran 5G Pada Juni 2019

Jakarta, Wikimedan – Negara-negara seperti AS, Jerman, Jepang, China, dan Korea Selatan, diketahui bersaing untuk menjadi yang terdepan dalam pengembangan 5G. Kelimanya menargetkan dapat menggelar layanan komersial teknologi 5G pada akhir 2019 dan 2020.

Namun daftar negara pertama yang mengadopsi 5G bisa bertambah dengan masuknya Bahrain.

Negeri mungil di Teluk Arab itu, tengah memulai usaha untuk menjadi salah satu negara pertama di dunia yang menyediakan layanan komersial 5G.

Operator setempat kini dalam proses penggelaran infrastruktur yang diperlukan untuk peluncuran pada Juni mendatang.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Transportasi dan Telekomunikasi negara itu, Bahrain mengumumkan dirinya sebagai penantang untuk menetapkan kecepatan 5G. Peluncuran 5G sekaligus bertujuan untuk menjadikan Bahrain sebagai pusat teknologi terkemuka Teluk.

Kementerian mengatakan semua hambatan kebijakan untuk implementasi 5G telah diselesaikan. Sedangkan perizinan dan alokasi spektrum akan diselesaikan pada pertengahan April.

Operator diperkirakan dapat menyelesaikan semua uji coba 5G pada Juni 2018. Dengan semua tahapan yang ada, dikatakan peluncuran Juni akan tercapai, sambil menunggu ketersediaan handset dan peralatan konsumen.

Keputusan Bahrain mempercepat peluncuran 5G, tak pelak menjadikan Timur Tengah sebagai kawasan terdepan teknologi selular. Sebelumnya tetangga Bahrain, UEA (Uni Emirat Arab), mengklaim telah meluncurkan 5G pertama, melalui akses nirkabel tetap pada Mei 2018.

Keberhasilan Bahrain dalam peluncuran 5G menjadikan negeri mungil itu sebagai terdepan di kawasan Timur Tengah. Diketahui Bahrain menempati peringkat pertama di kawasan ini dalam indeks pengembangan TIK ITU selama lima tahun terakhir. Bahrian juga menempati posisi keempat secara global dalam indeks infrastruktur telekomunikasi PBB pada 2018.

Menteri Transportasi dan Telekomunikasi, Kamal bin Ahmed Mohammed mengatakan, bahwa kepemimpinan di 5G mencerminkan ambisi Bahrain untuk inovasi, sekaligus mengirimkan sinyal kepada dunia bahwa Bahrain dapat menjadi tempat uji coba untuk beberapa teknologi paling transformatif.

“Ada banyak rintangan di sepanjang jalan. Memastikan ketersediaan spektrum sesegera mungkin adalah tantangan besar. Tetapi mengatasi hambatan ini merupakan contoh dukungan dan kerja sama di antara semua pemangku kepentingan”, ujar Kamal bin Ahmed Mohammed.

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *