Asah Kemampuan Di Clay-Court, Kiki Bertens Miliki Peluang Tinggi Di French Open

Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Belanda, Kiki Bertens akhir-akhir ini telah menjadi buah bibir, terutama mengenai kemampuannya di atas clay-court.

Musim ini, Bertens memenangkan gelar di Madrid dan lolos ke semifinal di Stuttgart, bahkan kekalahannya di turnamen terakhir berlangsung sangat ketat, selisih tipis, dan perjuangan alot.

Bukan tanpa alasan jika Bertens disebut-sebut sebagai salah satu petenis spesialis clay-court. Dari 11 final turnamen WTA yang telah dilakoni Bertens, delapan di antaranya berlangsung di clay-court dan ia hanya kalah dua kali dari kedelapan final tersebut.

Bertens selalu memperlihatkan performa menjanjikan di atas clay-court. Di ajang ITF, total ia melenggang ke 11 final yang delapan di antaranya berlangsung di clay-court dengan hanya tiga kekalahan saja.

Tujuh tahun setelah diunggulkan di poisis nomor satu pada babak kualifikasi French Open, Bertens akan kembali ke French Open sebagai petenis unggulan keenam.

Dengan sejumlah kemenangan atas mantan petenis peringkat 1 dunia dan adanya keyakinan atas performa dan bakatnya, tidak ada alasan untuk tidak mempercayai bahwa Bertens tidak bisa melangkah lebih jauh di French Open musim ini.

Saat ini pada musim lalu, Bertens belum terlalu dikenal. Tetapi bagi mereka yang yang pernah menyaksikannya, Bertens benar-benar cukup mencuri perhatian pada musim 2016 dengan clay-court yang berlokasi di Jerman menjadi tempatnya untuk bersinar.

Bertens, yang saat itu berada di peringkat 98 dunia, memasuki Nurnberg Cup sebagai qualifier. Tetapi hal tersebut tidak menghalanginya untuk menumbangkan petenis unggulan pertama, Roberta Vinci di babak kedua.

Bertens lalu mengkonversi 11 dari 17 break point di final melawan Maria Duque Marino sebelum mengklaim gelar pertamanya sejak musim 2012. Tidak berhenti sampai di sana, Bertens juga memenangkan nomor ganda di Nurnberg pada musim yang sama.

Tidak seperti petenis lain yang tidak selalu bisa mempertahankan performa mereka di turnamen yang lebih besar, Bertens memasuki French Open musim 2016 sebagai petenis non unggulan dan mengalahkan mantan petenis peringkat 1 dunia sekaligus petenis unggulan ketiga, Angelique Kerber. Ia bahkan membuka jalan menuju semifinal sebelum cedera mempengaruhi permainannya ketika melawan runner up French Open musim 2016, Serena Williams.

Musim itu, Bertens berhasil naik hingga ke peringkat 21 dunia, bahkan lolos ke babak ketiga Wimbledon sebelum kalah dari Simona Halep.

Pada musim 2017, Bertens semakin mengasah kemampuannya di clay-court dan pada musim tersebut ia berhasil mempertahankan gelar di Nurnberg ditambah dengan gelar turnamen clay-court lainnya yang ia menangkan di Gstaad.

Musim 2018 mungkin menjadi salah satu musim terbaik bagi Bertens. Pada musim tersebut, sejumlah prestasi ia torehkan di clay-court dan mengokohkannya sebagai petenis spesialis clay-court yang ia mulai dari musim 2016.

Di Charleston musim lalu, Bertens sukses menjadi juara usai menumbangkan Julia Goerges dengan hasil telak 6-2, 6-1. Setelah itu, ia lolos ke final di Madrid sebelum kalah dari Petra Kvitova.

Pada musim 2017, Bertens mengantongi lima gelar dan di akhir musim 2018, ia berhasil mengoleksi delapan gelar.

Jika musim 2018 menjadi indikasi, maka musim 2019 akan menjadi musim spektakuler bagi Bertens. Ia mengawali musim ini dengan mengklaim gelar di St. Petersburg yang ia sandingkan dengan gelar Madrid Open.

Dalam perjalanannya memenangkan gelar di Madrid, Bertens menumbangkan empat juara Grand Slam, yakni Kvitova, Halep, Jelena Ostapenko, dan Sloane Stephens. Menariknya, dua juara Grand Slam yang dikalahkannya – Osatapenko dan Halep – adalah juara di Roland Garros pada musim 2017 dan 2018.

Tujuh tahun dari gelar pertamanya, berjuang keras melalui sejumlah turnamen sebagai petenis non unggulan dan qualifier, Bertens saat ini menghuni peringkat 4 dunia dengan peluang meraup sejumlah kemenangan di Grand Slam. Dengan kemampuan dan bakat yang telah ia asah, ia masih memiliki peluang tinggi untuk bersinar di French Open musim ini.

Artikel Tag: Tenis, French Open, Kiki Bertens, Simona Halep, Petra Kvitova

Komentar
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *