5 Kontroversi Sugi Nur Raharja, Pendakwah Yang Dilaporkan ke Polisi karena Ucapannya

Daftar Indodax

Wikimedan – Sosok Sugi Nur Raharja alias Gus Nur selama ini dikenal sebagai pendakwah agama yang kerap melontarkan pernyataan yang kontroversial. Terbaru, dirinya dilaporkan oleh Aliansi Santri Jember karena salah satu ucapannya di YouTube dianggap merendahkan marwah organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Tayangan yang dipermasalahkan tersebut terjadi saat dirinya tengah berbincang-bincang (talkshow) di kanal YouTube milik Refly Harun. Sebelumnya, Sugi Nur juga sempat tersandung kasus serupa hingga membuat dirinya juga dilaporkan ke polisi pada Oktober tahun 2019 lalu. Lantas, kontroversi apa saja yang pernah dilakukannya?

Sebut Generasi Muda NU Penjilat

Gus Nur saat di persidangan bersama tim kuasa hukum [sumber gambar]Kasus ini terjadi pada Mei 2018 dan akhirnya berujung pelaporan Gus Nur oleh Kader Muda NU ke Polda Jatim. Dalam vlog-nya, pria kelahiran 1 Februari 1974 itu mengucapkan kata-kata tak pantas bernada penghinaan. Judul pada video pun pun dinilai provokatif, yakni ‘Generasi Muda NU Penjilat’. Persidangan pun sempat ricuh lantaran dua kubu masa – yakni anggota Banser dan FPI, terlibat cekcok di saat persidangan berlangsung.

Ceramah hukum haram pilih Jokowi sebagai presiden

Salah satu ceramah Gus Nur yang menuai kontroversi [sumber gambar]Menjelang Pilpres 2019 lalu, video ceramah yang diunggah Gus Nur bikin geger publik lantaran dirinya mewacanakan soal haramnya memilih Presiden Jokowi. “Cuma saya mengasih wacana, haram hukumnya milih Presiden Jokowi, kembangkan. Kalau mau. Kata siapa Gus, haram? kata Saya! Dalilnya mana Gus? Qola Gus Nur. Kok repot, begitu, selesai.” ucapnya dalam tayangan tersebut.

Orasi yang mengkritik pemerintah soal UU Omnibus Law Cipta Kerja

Tangkapan layar Gus Nur saat berorasi di depan massa yang menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja [sumber gambar]Sebuah tayangan di kanal YouTube bernama Forta Channel tampak mengunggah sosok Gus Nur yang tengah berorasi pada massa. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (13/10/2020), mengkritik kebijakan pemerintah soal UU Omnibus Law Cipta Kerja. “Rezim akan mati, kita akan mati, sama-sama mati. Dia mati demi jabatan, dia mati di lubang persyaratan, kita mati syahid Insyaallah. Itu kabar buruknya teman-teman,” ucap Gus Nur lewat pengeras suara dari atas mobil.

Menyebut rezim Presiden Joko Widodo Jelek dan laknatullah

Gus Nur dan Refly Harun [sumber gambar]Pernyataan kontroversial ini terlontar ketika dirinya tengah berbincang-bincang (talkshow) dengan Refly Harun yang ditayangkan di kanal YouTube miliknya pada Senin (19/20/2020). Terang-terangan, dirinya menyebut bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo jelek dan laknatullah. “Kalau Bang Refly tanya bagaimana rezim ini, di mata saya enggak ada baiknya. Jelek. Laknatullah,” kata Gus Nur.

NU dibaratkan sebagai bus yang sopirnya Mabuk, penumpangnya liberal dan PKI

Tangkapan layar Gus Nur bersama Refly Harun [sumber gambar]Selain melontarkan kritik pedas terhadap rezim Presiden Joko Widodo, pernyataan lainnya yang paling disorot adalah ketika dirinya mengibaratkan NU sebagai bus yang sopirnya mabuk hingga penumpangnya liberal dan PKI. “Bisa jadi kernetnya Abu Janda, bisa jadi kondekturnya Gus Yaqut, dan sopirnya Kiai Aqil Siraj. Mungkin begitu. Nah, penumpangnya liberal, sekuler, PKI, macam-macam,” ucap Gus Nur dalam tayangan tersebut.

Pernyataan NU yang diibaratkan sebuah bis dengan penumpang teler dan sopir mabuk akhirnya berbuntut panjang. Aliansi Santri Jember pun melaporkan Gus Nur ke Polres Jember karena hal tersebut dinilai merendahkan marwah sekaligus mencemarkan nama baik NU sebagai organisasi.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *