4 Fakta Ventilator, Penemuan yang Menolong Nyawa Pasien tapi Dokter Berharap Tak Pernah Digunakan

Daftar Indodax

Wikimedan.com – 4 Fakta Ventilator, Penemuan yang Menolong Nyawa Pasien tapi Dokter Berharap Tak Pernah Digunakan. Sudah mulai banyak keramaian dan kerumunan digelar. Acara pernikahan, café, hingga sebentar lagi akan ada Pilkada. Namun, satu hal yang pasti bahwa Corona belum reda di Indonesia. Hasil PCR test hingga November ini bahkan belum menunjukkan penurunan. Jadi, jangan kendor untuk melakukan protokol kesehatan kendati harus keluar rumah.

Bukan sekedar mengingatkan, tapi kita semua tentu tidak berharap akan terpapar virus pandemi ini bukan? Apalagi sampai harus ketemu dengan yang namanya ventilator. Berdasarkan penelusuran Wikimedan mengenai mereka yang pernah survive dari Covid-19 dengan bantuin alat ini, mungkin akan tampak ngilu, namun bisa menjadi tambahan ilmu.

Juga membuat kita lebih bijak menyikapi kondisi yang bias seperti saat ini. Di mana seolah-olah pandemi sudah surut, padahal belum sama sekali.

4 Fakta Ventilator

Digunakan pada pasien gagal nafas

Melansir dari sejumlah informasi di Quora, sebenarnya ventilator bukan hanya digunakan untuk pasien Covid-19 yang sudah akut problem pernafasannya. Situasi penyakit apapun, apabila mengalami gagal nafas, akan ditangani menggunakan ventilator. Jadi istilahnya, ini adalah senjata terakhir jika kondisi sudah gawat sekali. Alat ini jadi banyak dicari sejak awal pandemi hingga kini, karena kondisi pasien yang biasanya sudah parah dan tak sedikit jumlahnya.

88% pengguna ventilator meninggal dunia

Jika melihat data Covid-19 yang disajikan oleh Satgas Covid-19 RI, angka kematian terlihat kecil dibanding rasio lainnya. Namun, tahukah Sobat Wikimedan bahwa banyak momen kritis dan pelik di balik angka-angka itu? Salah satunya ketika pasien harus dibantu dengan ventilator, artinya mereka benar-benar sedang berjuang antara hidup dan mati.

Fakta pahitnya, 88% pasien Covid yang dibantu ventilator tercatat meninggal dunia. Kondisi ini bukan hanya pada pasien comorbid ya. Mereka yang tidak punya penyakit bawaan pun tetap memiliki resiko memburuk kesehatannya dengan drastis. Meskipun saat ini merasa ‘kebal’ corona, jangan sesumbar dan tetap lakukan protkes yang ada. Mungkin kamu baik-baik saja, tapi tidak orang lain di sekitar kita.

Ada resiko penggunaan

Nah, dalam kondisi gawat di mana pasien mengalami penurunan saturasi oksigen atau gagal nafas, RS biasanya akan meminta persetujuan keluarga untuk menggunakan ventilator. Tentu saja ada beberapa efek samping ketika ventilator dipasangkan atau setelah penggunaan.

Hal ini juga banyak tersebar di media sosial dengan narasi yang bermacam-macam sehingga menimbulkan rasa dilema bagi keluarga serta nakes, sementara berpacu dengan menit-menit yang berharga dalam kehidupan pasien. Menurut pengakuan orang yang sembuh dan sempat menggunakan ventilator, alat ini seperti menghujaninya dengan oksigen, setelah kesulitan bernafas seolah hidup akan berakhir. Namun fakta di lapangan memang tak menjamin seperti yang sudah dibahas di poin sebelumnya.

Pasien dibuat koma terkontrol

Momen penggunaan ventilator menurut beberapa kisah pasien yang berhasil survive, tak ubahnya bagai berada di jembatan antara hidup dan mati. Dalam kondisi medis sendiri, pasien dibuat koma dalam pemantauan ketat. Tujuan tindakan ini adalah agar sistem tubuh (utamanya pernafasan) beristirahat sementara dalam kondisi dimasukkan ventilator. Sehingga secara keseluruhan, badan pasien bisa lebih optimal melawan virus yang menyerangnya.

Sobat Wikimedan, tentu saja penjelasan di atas sebenarnya tak bisa mewakili secara utuh bagaimana momen kritis selama pasien menggunakan ventilator. Hanya saja, informasi ini sebagai pengingat bagi kita semua untuk tetap taat protokol kesehatan. Sebab hal ini menyangkut urusan nyawa seseorang yang mungkin merupakan ayah, ibu, saudara atau anak dari sebuah keluarga. Bukan buat menghindari sanksi pemerintah, tapi protokol kesehatan lebih untuk melindungi diri serta orang-orang yang kita sayangi.

Ventilator saat ini menjadi alat yang sangat dibutuhkan dan menolong banyak orang, tapi yakinlah mereka yang menciptakannya berharap orang tidak perlu menggunakan itu sepanjang hidup mereka. Tetap jaga keselamatan dan kesehatan, Sobat Wikimedan.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *