USDJPY Naik Karena Yen Jepang Melemah Setelah Komentar Bearish BoJ Kuroda

Permintaan Yen Jepang mengalami pelemahan saat sesi awal Asia ketika dihadapkan melawan Dolar AS. Dengan Yen Jepang melemah tersebut telah membawa pasangan USDJPY mencatatkan kenaikan 12 poin menuju ke 107,87. Salah satu alasan pelemahan kali ini adalah pernyataan dari bank sentral Jepang yang bernada bearish. BoJ mengatakan bahwa ekonomi Jepang ada resiko mengalami penurunan.

Diprediksi ekonomi Jepang masih dalam kondisi yang sangat suram, tingkat inflasi juga sangat lemah karena pandemi virus Corona. Selain itu untuk prospek ekonomi kedepannya juga masih dalam bias negatif yang parah. Apalagi ekonomi Jepang bisa dikatakan sedang dalam tahap awal resesi ekonomi karena pertumbuhan dua kuartal terakhir negatif. Kekhawatiran itu menyebabkan Yen Jepang melemah terhadap aset-aset lainnya.

Gubernur BoJ Kuroda mengatakan akan siap untuk memberikan pelonggaran kebijakan yang lebih lanjut tanpa ada keraguan jika memang dibutuhkan. Sebelumnya bank sentral Jepang telah memulai program QE sejak tujuh tahun dan untuk suku bunga negatif sudah berjalan sejak empat tahun terakhir. Karena memang ekonomi Jepang sebelum pandemi sudah dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan.

Komentar yang akan disampaikan oleh Gubernur BoJ Kuroda diprediksi akan tetap membuat Yen Jepang melemah. Selain karena komentar bearish BoJ, nada risiko tampaknya baru-baru ini sedang dalam pemulihan yang cukup baik. Kontrak berjangka S&P 500 mencatatkan kenaikan 1,3% senada dengan pergerakan saham Asia yang juga sedang dalam sinyal positif.

USDJPY terlihat lebih berpeluang mencatatkan kenaikan yang lebih tinggi lagi untuk beberapa waktu kedepan. Pergerakan pasangan USDJPY hari ini mungkin akan terus mengawasi kabar ekonomi Jepang dan konflik antara AS dan China. Selain itu berita mengenai virus Corona juga tidak lupa akan menjadi katalis penggerak sampai pandemi berakhir. 

Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply