Tewasnya Penjaga Gudang Pengakutan, Masih Menjadi Teka-Teki Masyarakat

Pasang Iklan Disini
Ket foto : Jasad Irwan Permana (37) terbujur kaku, diduga tewas setelah terjatuh dari atas atap gudang tersebut (foto,Abdul Halil)

MEDAN Wikimedan | Untung tak dapat diraih,malang tak dapat ditolak ,nasib naas menimpa seorang pria penjaga gudang ekspedisi angkutan darat CV.Jaya Perkasa yang bernama Irwan Permana (37). Korban ditemukan dalam keadaan tewas bersimbah darah oleh istri dan abang kandung korban,Minggu (4/11) sekira pukul 08.30 wib.

Informasi diperoleh oleh Wikimedan ditempat kejadian perkara,seorang saksi mata yang tidak bersedia menyebutkan namanya mengatakan, pertama saksi sekira pukul 08.30 wib mendatangi rumah korban dengan tujuan untuk mengambil kunci gudang Ekspedisi angkutan darat tersebut yang terletak di jalan Pematang Pasir, Link.VI Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Kec.Medan Deli kepada korban dirumahnya.

Saksi yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang service sepatu yang membuka usahanya persis didepan gudang angkutan itu.Bila setelah menutup usahanya pada sore hari,saksi menyimpan perkakas kerjanya didalam gudang tersebut.

Masih menurut saksi menuturkan,” setelah saya sampai rumah korban,saya bertemu dengan isteri korban bernama Rosmala Dewi.Dan pada saat itu istri korban mengatakan kepada saya bahwa korban sudah berangkat kegudang dengan membawa martil untuk memperbaiki atap seng gudang yang bocor,”jelas saksi.

Lanjut saksi,”setelah saya sampai di gudang Jaya Perkasa,saya memangil- manggil nama korban namun tidak ada jawaban,setelah saya yakini bahwa korban tidak ada didalam gudang saya pun kembali ke rumah korban dan mengatakan kepada isteri korban bahwa korban tidak ada di dalam gudang,”terang saksi.

Tambahnya,”saat saya bersama istri korban kembali menuju gudang angkutan itu,saat itu isteri korban mengintip dari sela-sela pagar gudang untuk mengetahui apa yang terjadi.Tiba-tiba istri korban terperanjat karena melihat suaminya sudah dalam keadaan tergeletak dilantai gudang dengan posisi terlungkup dan samar-samar keadaan bersimbah berdarah,”tutur saksi.

Atas saran saksi,akhirnya isteri korban mengabari abang korban yang bernama Zulham Effendi tentang musibah yang menimpa suaminya itu dan sekigus agar abangnya agar datang ke gudang Pengangkutan Jaya Perkasa untuk sama-sama masuk kedalam gudang untuk mengecek keadaan dalam gudang.

Saksi dan istri korban berserta abang korban berhasil masuk kedalam gudang setelah sebelumnya abang korban memanjat pagar gudang dan membuka pintu pagar dari dalam. Setelah ketiganya berada di dalam gudang alangkah terkejutnya saksi,istri korban dan abang korban yang melihat korban sudah dalam keadaan bersimbah darah pada bahagian kepala dan setelah diperiksa korban sudah meninggal dunia.

Setelah dilihat secara seksama oleh saksi,istri korban dan abagnya,pada tubuh korban terlihat luka pada bahagian kepala dan mengeluarkan darah cukup banyak.Sejurus kemudian abang korban mengotak Bhabimkamtibmas dan diteruskan laporannya ke pihak Polsek Medan Labuhan tentang kejadian tersebut.

Tidak berapa lama Tim Opsnal Polsek Medan Labuhan datang ke tempat kejadian Perkra dan melakukan olah TKP.Tim datang ke TKP langsung dipimpin Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto,SH.SIK.MH.

Dari hasil olah TKP,petugas dapat menyipulkan awal bahwa penyebab korban tewas karena terjatuh dari atas atap gudang.Hal senada juga disampaikan istri korban kepada petugas bahwasanya korban ada memberitahukan kepada istrinya untuk membetulkan atap gudang yang bocor,dan saat itu juga istri korban menunjuk ke arah atas atap gudang yang bolong karena atap sengnya telah rusak.

Petugas Tim Opsnal Polsek Medan Labuhan yang melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban menyatakan tidak ada tanda tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.Hal tersebut ditegaskan Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan Iptu Bonar H Pohan,SH kepada crew Wikimedan.

Setelah di lakukan olah TKP,petugas akhirnya membawa jasad korban ke RS Bhayangkara Medan guna Otopsi.

Terpisah,Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto,SH.SIK.MH, saat dikonfimasi crew Wikimedan via whatsAPP menyebutkan, hasil lidik untuk sementara korban tewas disebabkan karena benturan sesuai dengan keterangan saksi-saksi dan hasil visum dokter.

Rosyid juga menambahkan dalam pesan whatsAppnya,petugas Opsnal Sat Reskrim Polsek Medan Labuhan akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan akan melakukan lidik bila ditemukan tindak pidana pada kejadian tersebut.(Abdul Halil)

Kategori : Berita Medan

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *