Telegram Catat 500 Juta Pengguna Aktif


Jakarta, Wikimedan Kebijakan baru WhatsApp sepertinya memberikan keuntungan bagi aplikasi pesan singkat lain-nya. selain Signal yang dilaporkan mengalami peningkatan pengguna yang cukup signifikan Telegram pun turut mengalami peningkatan pengguna baru.

Telegram telah melihat peningkatan dalam pengguna baru di tengah ketidakpuasan yang meluas dengan cara aplikasi milik Facebook menangani data orang. Pertumbuhan angka ini kemungkinan besar akibat reaksi banyak orang terhadap Facebook, atas persyaratan layanan baru untuk WhatsApp.

Seperti dilaporkan Independent, Telegram mencatat 25 juta pengguna baru selama 72 jam terakhir, menurut Pavel Durov pendiri Telegram, Aplikaasi Telegram mencapai 500 juta pengguna aktif, sebuah pencapaian yang perlahan-lahan diraih perusahaan sejak melewati 400 juta pengguna pada 2020.

Durov, yang sering mengkritik pendekatan WhatsApp terhadap privasi pengguna di masa lalu, menulis di saluran Telegramnya pada Selasa, (12/01/21), bahwa lonjakan pengguna baru terbaru adalah yang paling signifikan dalam sejarah tujuh tahun perusahaan.

“Orang tidak lagi ingin menukar privasi mereka dengan layanan gratis. Mereka tidak ingin lagi disandera oleh monopoli teknologi yang tampaknya berpikir bahwa mereka dapat melakukan apa saja selama aplikasi mereka memiliki massa pengguna yang kritis, “tulisnya.

Dengan setengah miliar pengguna aktif dan pertumbuhan yang semakin cepat, Telegram telah menjadi tempat perlindungan terbesar bagi mereka yang mencari platform komunikasi yang berkomitmen pada privasi dan keamanan.

“Kami mengambil tanggung jawab ini dengan sangat serius. Kami tidak akan mengecewakanmu.”tulis Durov.

Baca Juga: Perbedaan Router dan Switch

Durov menambahkan bahwa sejak diluncurkan pada Agustus 2013, Telegram belum mengungkapkan satu byte pun dari data pribadi pengguna kepada pihak ketiga.
Aplikasi perpesanan saingan lainnya juga mengalami peningkatan pada pengguna baru minggu ini, termasuk Signal, yang sempat kewalahan oleh masuknya unduhan baru.

Data dari perusahaan analitik Sensor Tower mengungkapkan 8,8 juta unduhan baru untuk Signal minggu ini, naik dari 246.000 minggu sebelum WhatsApp mengumumkan perubahan pada Ketentuan Layanannya.

“Kami terus memecahkan rekor lalu lintas dan menambah kapasitas karena semakin banyak orang yang menyadari betapa mereka tidak menyukai istilah baru Facebook,” tulis Signal di Twitter.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *