Berita Nasional

Sudah Lihat Lokasi Lapangan Tembak, Wenny Warouw Masih Tak Percaya

Indodax


[ad_1]






Wikimedan – Dari posisi penembak yang dekat dengan tempat duduk berwarna hijau itu, terlihat dengan jelas Gedung Nusantara I. Arah tembak di area tersebut juga sejajar dengan gedung yang berada di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, itu.





“Ruangan saya yang itu. Ternyata kelihatan gedungnya ya,” papar Brigjen (pur) Wenny Warouw saat berada di lapangan tembak yang berjarak sekitar 350 meter dari Nusantara I tersebut kemarin (16/10).





Ruangan Wenny, anggota Fraksi Gerindra, di lantai 16 Nusantara I termasuk yang diterjang apa yang oleh polisi disebut peluru nyasar pada Senin lalu (15/10).


Sudah Lihat Lokasi Lapangan Tembak, Wenny Warouw Masih Tak Percaya

Anggota Pamdal Gedung DPR menjaga lantai 16 usai kejadian penembakan mengarah ke ruang kerja anggota dewan. (Hendra Eka/Jawa Pos)





Ruang kerja legislator lainnya yang bernasib sama adalah ruangan Bambang Heri Purnama di lantai 13 gedung yang sama. Keduanya anggota Komisi III DPR.





Wenny kemarin sengaja datang ke lapangan tembak yang berjarak 350 meter dari Nusantara I. Tempat kedua peluru nyasar tadi berasal.





Pada hari yang sama kemarin, Polda Metro Jaya menetapkan dua pria sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Keduanya adalah IAW, warga Tangerang Selatan, dan RMY, warga Jakarta Timur.






Menurut Dirreskrimum Polda Jaya Kombespol Nico Afinta, keduanya dijerat pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara.






Nico melanjutkan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap lalai telah menggunakan senjata api. “Karena tidak sengaja akibat yang bersangkutan gugup saat menekan pelatuk. Apalagi senjata ini ditambahin alat namanya switch customise,” ujar Nico di Mapolda Metro Jaya kemarin.





Dia menegaskan, keduanya bukan anggota Perbakin seperti yang selama ini ramai diisukan. Keduanya merupakan pegawai Kementerian Perhubungan yang memang sedang berlatih di dekat kompleks DPR.





Nico menerangkan, dari hasil penyelidikan anggotanya, diketahui kedua tersangka menembakkan senjata jenis Glock buatan Austria berwarna hitam dan cokelat. Senjata tersebut juga telah diamankan sebagai barang bukti.





“Jadi senjata yang pelurunya nyasar itu ialah senjata api jenis Glock 17, 9 x 19, buatan Austria warna hitam cokelat. Kami amankan beserta tiga buah magasin berikut kotak peluru ukuran 9 x 19,” jelasnya.





Pihaknya, lanjut Nico, juga mengamankan satu pucuk senjata api merek AKAI Custom buatan Austria kaliber 40 warna hitam. Juga, dua buah magasin berikut kotak peluru ukuran 40.





Senjata yang dipakai keduanya, kata Nico, merupakan pinjaman. Nama pemiliknya telah dikantongi polisi: A dan G. Keduanya juga bakal diperiksa.





Nico menyebutkan, siapa saja yang memiliki senjata api wajib memiliki izin. Dan mereka yang memiliki senjata tidak boleh meminjamkan senjata tersebut. Hal itu pula yang menjadi alasan kuat keduanya ditetapkan sebagai tersangka.





Di lokasi yang sama, Kabid Balistik, Metalurgi Forensik Puslabfor Polri Kombespol Ulung Kanjaya menerangkan, pihaknya sudah melakukan uji balistik terhadap dua proyektil peluru yang ditemukan di ruangan Wenny dan Bambang. Dari hasil pemeriksaan, peluru yang ditemukan dipastikan identik dengan senjata Glock 17.





“Kami melakukan perbandingan, anak peluru di TKP berasal dari satu senjata. Dari pengembangan penyidik, didapati senjata ini, Glock 17 yang dicurigai digunakan di lapangan tembak. Jarak tembak bisa mencapai ke lantai 13 dan 16,” papar Ulung.





Jawa Pos kemarin berkesempatan menengok langsung lapangan tembak tersebut. Awal masuk, di sebelah kiri dan kanan terdapat area lapangan tembak tepat sasaran. Latihan menembak yang sasarannya satu dan tidak bergerak.





Setelah area itu, melewati sebuah lorong. Lalu, ke arah kanan terdapat area yang cukup luas. Jalan beberapa meter, sudah tampak area latihan menembak reaksi cepat.





Ada sebelas area lapangan tembak reaksi cepat. Setiap area dibatasi tembok beton. Di luar area tembak, tepat di tengah-tengah lahan terdapat tempat duduk mirip halte berwarna hijau.





Area yang digunakan kedua pegawai Kemenhub tersebut tepat berada di pojok. Luasnya lebih dari 100 meter. Area itu beralas tanah dengan kontur rata. Terdapat sejumlah ban dan tong yang digunakan sebagai penunjang latihan menembak.





Tepat di bagian sasaran, terdapat gundukan tanah yang tingginya sekitar 5 meter. Gundukan tanah itu digunakan sebagai penghambat laju peluru saat berlatih.





Pepohonan tumbuh di gundukan tersebut. Namun tidak terlalu rimbun. Di balik pepohonan tampak pagar seng tebal setinggi lebih dari 10 meter. Namun, pagar seng itu berlubang teratur, mungkin untuk lajunya angin.





Sekalipun sudah melihat kondisi lapangan, Wenny mengaku belum sepenuhnya percaya. Sebab, dia ingin membaca hasil penyelidikan labfor dari kepolisian. 





(bry/idr/han/c5/ttg)


[ad_2]

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *