Sophia Latjuba akan Perankan Perempuan Cerdas dan Berani Suku Dayak

Daftar Indodax







Wikimedan – Artis cantik Sophia Latjuba dan Lea Simanjuntak terlibat di produksi teater yang disutradarai Inet Leimena. Bertajuk Bawi Lamus, teater musikal yang mengisahkan tradisi Suku Dayak Kalimantan Tengah itu bakal pentas di panggung teater Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 13 dan 14 Oktober mendatang.





“Saya sangat-sangat tersanjung diajak terlibat dalam produksi teater yang banyak orang-orang hebat di baliknya, ada mas Jay Subiakto, mas Erwin Gutawa, dan mba Inet. Mudah-mudahan dengan nonton Bawi Lamus ini orang-orang yang nonton bisa merasakan budaya Kalimantan,” kata Sophia Latjuba saat jumpa pers di Ecology Bistro, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (26/9).





Suku Dayak Kalimantan diangkat menjadi inspirasi cerita karena menyimpan kekayaan sumber daya alam serta kekuatan seni tradisi yang penting dijaga dan dilestarikan sebagai salah satu keragaman di Indonesia. Terinspirasi dari pesona alam Kalimantan Tengah yang menakjubkan serta simbol-simbol luhur seni tradisi Dayak yang agung, lahirlah karya pertunjukan Bawi Lamus yang diambil dari kata Bawi, yang berarti perempuan, dan Lamus, yang berarti cantik, cerdas, pemberani.





“Saya jadi Bawi Lamus. Perannya tidak ada dialognya, makannya didukung tari dan nyanyi dari teman-teman juga. Tonton aja nanti ada kejutan apa,” Sophia Latjuba menjelaskan.





Pertunjukan seni dan tradisi Suku Dayak Ngaju dan Suku Dayak Manyan dari Kalimantan Tengah ini akan dikolaborasikan dengan musik orkestra arahan Erwin Gutawa yang dikemas dengan tata pertunjukan yang tradisional modern.





Diharapkan, energi yang dipancarkan oleh sosok istimewa Bawi Lamus diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan alam serta menata hubungan harmonis antar manusia dengan tetap berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa.






Bawi Lamus tergagas karena putra daerah Kalimantan Tengah, Bapak Dr. A. Teras Narang, SH lah yang berkeinginan kuat mengangkat seni tradisi Suku Dayak Kalimantan Tengah. Cita-cita Bawi Lamus adalah memperkenalkan sebagian dari begitu banyak kebudayaan Dayak yang belum secara maksimal dikenal oleh masyarakat luas. Ide ini direspon positif oleh penulis naskah teater Bawi Lamus, Paquita Widjaja Rustandi.






“Kemistisan alam, kebijakan budaya, keunikan sejarah, dan keindahan manusia Kalimantan telah meniupkan pesona inspirasi seni bagi kami. Naskahnya sendiri kurang lebih setahun bongkar-pasang,” kata Paquita.





Tiket pertunjukan teater Bawi Lamus sudah mulai bisa dipesan melalui laman resmi Bawi Lamus, www.bawilamus.com. Harga tiket bervariasi mulai dari Rp 300 ribu (Silver), Rp 500 ribu (Gold), Rp 1.950.000 (Platinum), dan Rp 2,5 juta (Diamond).





(yln/JPC)


Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *