Soal Macan Kumbang Mati di Bandung, FK3I Minta Diusut Tuntas

Wikimedan – Kasus macan kumbang yang mati ditembak oleh oknum warga di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu belum terungkap. Baik pelaku maupun kronologis kejadian belum diketahui pasti.

Berdasarkan informasi yang beredar, saat itu macan tersebut muncul di dekat MCK umum warga. Mengetahui adanya macan warga kemudian mengejar dan menembak macan menggunakan senapan angin. Bangkainya pun dikatakan telah dikubur. Namun kabar tersebut belum pasti kebenarannya.

Ketua Badan Pembina Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Jabar Dedi Kurniawan mengatakan, waktu kejadian dan pelaku pun belum diketahui tepatnya. Karena informasi penembakan tidak langsung dikoordinasikan atau dilaporkan kepada pihak BKSDA Jabar.

“Paling penting adalah tindaklanjut pihak pemerintah yakni BKSDA. BKSDA pun sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan masyarakat tapi belum ada tindaklanjut,” kata Dedi di Bandung, Jumat (30/11).

Informasi yang muncul dari masyarakat, macan kumbang itu bukan dari hutan melainkan adalah peliharaan warga dari kampung sebelah. Namun hingga saat ini pun belum juga ditelusuri kebenarannya.

Selain itu, sebelumnya kepolisian mengakui mendapat laporan dari masyarakat terkait kejadian dua Minggu ke belakang. Tetapi mereka tidak langsung melapor kepada BKSDA yang memiliki tupoksinya.

“Di sini terlihat bahwa pihak kepolisian, aparat desa termasuk BKSDA, dan Perhutani tidak punya sinergitas dalam konteks mitigasi macan tutul Jawa, yang saat ini hampir punah. Belum punah tapi terancam punah,” ujarnya.

Sehingga saat ini, pihaknya mendorong penyelidikan atas kasus macan kumbang itu. Tak hanya mengenai kronologi tentang penembakan, tetapi juga asal macan tersebut apakah memang peliharaan atau dari habitat asli.

“Kalau dikubur, kuburan yang ditunjukan warga itu harus digali karena untuk memastikan apakah betul-betul dikubur atau tidak. Karena kita juga enggak tahu apakah dikubur atau tidak saat ini belum bisa memastikan,” tuturnya.

Karena masyarakat menyangka bahwa itu hewan biasa dan dipelihara. Kemudian dilepaskan atau lepas itu otomatis harus dicari. Karena semua harus mengetahui posisi habitat macan tersebut. Selain itu, bisa juga mengetahui umur macan, proses atau kronologi macan keluar dari hutan atau ditangkap berbulan-bulan oleh warga.

“Itu semua harus jelas, kita bisa proses dalam konteks melihat posisi habitat aslinya. Kalau habitatnya rusak arti ya konteks kerusakan atau lainnya,” ujarnya.

Pihaknya berharap kejadian itu diungkap secara jelas dan tuntas sehingga tidak ada kejadian serupa ke depannya. Bukan hanya sekedar mencari pelaku melainkan upaya untuk menentukan pemahaman atau mitigasi kepada masyarakat setempat soal macan tersebut.

“Karena saat itu (dimungkinkan) masyarakat sudah menembak dan lapor polisi mereka tidak ada niat jelek jadi wajar manusia takut atau khawatir sehingga melakukan tindakan pembelaan diri,” ucapnya.

Sebalumnya telah viral kabar adanya macan kumbang yang ditembak mati di atas pohon di Soreang, Kabupaten Bandung, Jabar. Kabarnya macan ditembak dua minggu lalu namun baru diketahui atau viral beberapa hari belakangan ini.

(ona/JPC)


Kategori : Berita Nasional

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *