Samakah Takaran Susu untuk Anak yang Aktif Dengan yang Tidak?

Daftar Indodax


Hampir semua anak suka minum susu. Biasanya orangtua memberikan susu untuk anak saat sarapan dan sebelum tidur. Susu menjadi minuman andalan untuk menguatkan tulang dan gigi. Apalagi bagi anak yang aktif, susu sering diandalkan untuk meningkatkan energinya. Namun, adakah perbedaan takaran minum susu untuk anak aktif dan yang tidak? Simak penjelasannya di sini.

Apakah anak perlu minum susu?

susu untuk anak

Selain perlu memiliki pola makan yang sehat dan seimbang, semua anak memerlukan susu untuk menunjang asupan gizinya. Namun, apakah ada perbedaan kebutuhan susu anak yang aktif dan tidak?

Kebutuhan nutrisi anak-anak yang dalam kesehariannya aktif seperti sekolah, mengikuti ekstrakurikuler, les, olahraga, atau kegiatan lainnya, perlu diperhatikan dan disesuaikan. Hal ini guna mendukung tingkat aktivitas anak yang lebih tinggi.

Berdasarkan rekomendasi Angka Kecukupan Gizi dari Kementerian Kesehatan RI, anak sekolah (usia 6 sampai 18 tahun) umumnya membutuhkan sekitar 1.600 sampai 2.800 kalori per hari. Semakin banyak aktivitasnya, anak mungkin membutuhkan jumlah kalori yang lebih banyak dari ini.

Kalori bisa didapatkan dari makanan dan minuman, termasuk susu. Jadi, meskipun anak-anak tidak wajib minum susu, sepertinya agak sulit untuk memenuhi kebutuhan kalori harian anak kalau hanya dari makanan. Apalagi kalau si kecil susah makan atau hobi pilih-pilih makanan.

Namun, sebenarnya anak-anak yang tidak olahraga atau tidak aktif pun butuh tambahan 10 persen protein, ungkap ketua Asosiasi Nutrionis Olahraga dan Kebugaran Indonesia (ANOKI), Mury Kuswari, S.Pd, M.Si yang ditemui di Hotel Fairmont Senayan pada Rabu (3/10). “Karena anak sedang masa pertumbuhan, jadi semakin anak aktif, ia membutuhkan sumber energi yang sesuai agar tidak menganggu aktivitasnya,” lanjut Bapak Mury.

Berapa takaran susu untuk anak yang aktif bergerak dan yang tidak?

anak harus minum susu

Kebutuhan energi, protein, karbohidrat, dan cairan anak akan berubah seiring meningkatnya aktivitas anak-anak sehari-hari. Tuntutan kesibukan yang lebih tinggi membuat tubuh anak yang aktif membakar lebih banyak kalori daripada anak-anak lain seumurannya.

Maka bila anak Anda sehari-hari disibukkan dengan olahraga seperti ikut ekskul sepak bola, takaran susunya tentu berbeda dengan anak yang kurang aktif bergerak, misalnya ikut les matematika. Anak yang aktif mungkin perlu dua gelas susu sehari, sedangkan anak yang jarang bergerak hanya butuh segelas atau bahkan tidak perlu minum susu.

Takarannya kembali lagi pada kondisi dan kebutuhan nutrisi setiap anak yang berbeda-beda. Silakan konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi anak untuk menentukan takaran pastinya.

Namun, memenuhi kebutuhan nutrisi anak yang aktif bukan sekadar menambahkan kalori. Atur pola makan anak yang seimbang dan penuhi zat gizi yang dibutuhkan. Kurangi konsumsi junk food dan minuman tinggi gula.

Masukkan beberapa jenis makanan seperti buah dan sayur segar, sereal dan roti gandum, susu dan produk susu, atau daging tanpa kulit dan lemak ke dalam menu makanan keluarga.

Susu adalah asupan gizi tambahan untuk anak, bukan yang utama

susu untuk diabetes

Semua anak boleh minum susu, baik anak yang aktif maupun yang tidak. Namun, susu tidak bisa dijadikan gizi utama untuk anak. Susu hanyalah asupan gizi tambahan untuk anak atau pelengkap makanan sehari-hari anak, bukan makanan pokok.

Anak-anak yang sering olahraga atau aktif bergerak perlu tambahan sumber energi. “Susu bisa menjadi tambahan sumber energi tersebut karena susu mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral,” ungkap Bapak Mury Kuswari.

Akan tetapi, karena fungsinya hanya sebagai pelengkap, saat minum susu perlu juga dilengkapi dengan asupan gizi lain dari makanan. Misalnya anak sarapan dengan menu telur dadar isi sayur, Anda boleh menambahkan susu sapi.

Ya, susu bisa menjadi tambahan sumber energi yang kurang, karena bisa saja saat sarapan, kurang asupan vitamin atau mineral. Terlebih kalau si kecil tidak suka sarapan. Nah, susu bisa memenuhi kekurangan itu. Maka, sebaiknya tambahkan susu di menu sarapan anak, karena sarapan adalah waktu makan pertama sebelum anak memulai aktivitas.

Baca Juga:



Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *