Pengusaha Logistik Usul Konversi Truk Listrik

Wikimedan.com – Pengusaha Logistik Usul Konversi Truk Listrik. Pemerintah tengah menggenjot penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air. Melihat itu, Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto mengusulkan, konversi truk listrik.

Menurutnya, hal itu bisa dilakukan karena didukung sumber daya alam Indonesia.

“Pemerintah kan akan membangun pabrik baterai terbesar di dunia karena bahan bakunya di Indonesia. Kami dari ALI mengusulkan kenapa pemerintah ngga buat program konversi? Artinya mengubah truk tenaga diesel menjadi mesin listrik, jadi dari kendaraan lama yang tadinya emisi gas tinggi, dibuang engine diganti listrik dengan baterai buatan Indonesia,” katanya kepada CNBC Indonesia, Rabu (21/9/22).

Saat ini harga baterai untuk kendaraan listrik memang masih tinggi. Namun setelah RI memiliki pabrik baterai sendiri, harganya bisa ditekan. Program konversi pun bisa lebih berjalan. Ia mendorong hal ini karena mengaku tidak yakin jika para pengusaha logistik harus membeli truk listrik baru.

“Silakan aja pabrik buat truk listrik, tapi ngga mungkin ngejar jutaan itu oleh pabrik-pabrik ini, makanya paralel dengan konversi. Jadi jangan hanya motor aja. Motor oke yang Pertalite, yang logistik tolong dipikirkan konversi, nanti ramai-ramai pindah kesana,” sebut Mahendra.

Apalagi, populasi truk Indonesia juga tidak sedikit.

“Ada jutaan truk logistik, 5-6 juta kata Aptrindo (Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia). Kenapa ngga dikonversi truk yang kecil dulu aja, yang berkekuatan 1-5 ton yang paling banyak populasinya dibuat prototipe, dirubah dari truk lama diganti listrik buatan RI,” ujarnya.

Dorongan untuk konversi itu tak lepas dari kondisi yang ada saat ini, yakni pengusaha truk harus menanggung beban akibat kenaikan BBM Bersubsidi, utamanya di solar. Selain itu, Indonesia juga bisa mengurangi ketergantungan impor BBM dengan mengandalkan SDA baterai berbahan nikel.

“Saya yakin jangka menengah kita ngga perlu kilang minyak, jadi kita turunkan beli bahan baku solar. Tapi ini keputusan negara, bukan keputusan rezim, jadi siapapun pemerintah jangan diubah lagi. Kami-kami ini bertahun-tahun di sini. Kalau rezim 5 tahun paling lama 10 tahun, ganti-ganti lagi,” sebut Mahendra.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan Peraturan Menhub No 65/2020 tentang Konversi Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.

“Kami bersama Kementerian/Lembaga dan unsur terkait, tengah berdiskusi mengupayakan ada subsidi untuk melakukan konversi dari kendaraan BBM ke listrik. Khususnya untuk sepeda motor,” ujar Menhub saat menghadiri program konversi sepeda motor BBM ke listrik yang diinisiasi oleh Kementerian ESDM, Senin (19/9) di Jakarta.

Saat ini biaya untuk melakukan konversi sepeda motor BBM ke listrik masih cukup tinggi yaitu sekitar Rp15 juta. Namun demikian, jika permintaan kian meningkat, dan bengkel-bengkel yang mampu melayani konversi sudah semakin banyak, diharapkan harganya akan semakin kompetitif.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *