Penerapan Sistem Sanitary Landfill dan Bio Teknologi Langkah Wali Kota Medan Atasi Masalah Kebersihan


MEDAN Wikimedan | Wali Kota Medan, Bobby Nasution memasukan masalah kebersihan sebagai program prioritas yang harus diselesaikan di masa kepemimpinanya. Teranyar Bobby Nasution melaunching pilot projects penanggulangan dan penanganan sampah dengan menggunakan sistem bio teknologi pada hari Sabtu lalu (3/7). Selain itu Bobby Nasution juga merubah sistem pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang selama ini menggunakan sistem open dumping menjadi sistem Sanitary Landfill.

Langkah ini dinilai akademisi sebagai langkah yang tepat untuk merubah citra Medan sebagai kota terjorok. Salah seorang akademisi yang mendukung langkah Bobby Nasution ini ialah Mujahiddin S.Sos.,MSP.

Saat di wawancarai pada Rabu (7/7), dosen Fisip UMSU yang juga konsen terhadap masalah partisipasi masyarakat dalam mengelolah persampahan ini berpendapat bahwa langkah yang diambil Bobby Nasution sudah tepat dalam menangani masalah kebersihan di kota Medan bahkan menurutnya jarang ada Kepala Daerah yang memasukan program kebersihan menjadi program prioritas.

“Langkah pak Wali Kota ini patut kita apresiasi karena peduli terhadap kebersihan lingkungan, jarang ada pemimpin yang memasukan masalah kebersihan sebagai program prioritasnya.”kata Mujahiddin.

Mujahiddin juga menambahkan untuk mendorong percepatan pembangunan TPA dengan sistem Sanitary Landfill, Pemko Medan dapat mengundang investor dari negara-negara yang peduli terhadap lingkungan seperti negara Jepang. Selain itu juga mendorong perusahaan-perusahaan untuk mau berkontribusi memberikan bantuan dalam bentuk CSR khususnya dari perusahaan penghasil limbah.

“Pembangunan TPA dengan menggunakan sistem sanitary landfill tentunya membutuhkan biaya yang besar, karena itu agar langkah ini dapat segera terwujud, Pemko Medan dapat mengundang para investor untuk membantu percepatan pembangunan TPA dengan sistem sanitary landfill.”jelasnya.

Disamping itu Mujahiddin juga menyarankan agar Pemko Medan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah sehingga sampah-sampah yang berasal dari rumah tangga dapat dimanfaatkan salah satunya dengan menjadikan sampah sebagai pupuk tanaman. Selain dapat mengurangi jumlah sampah yang akan dibuang ke TPA, pemanfaatan sampah oleh masyarakat ini juga dapat menambah perekonomian masyarakat.

“Jadi tidak semua sampah ditumpuk ke TPA sebagian dapat dimanfaatkan masyarakat apakah untuk dijadikan pupuk tanaman ataupun lainya, disini peran Pemko Medan sangat diperlukan baik itu dalam membuat bank-bank sampah ataupun membuat pelatihan pengelolaan sampah kepada masyarakat, karena saya menilai penanganan masalah sampah ini baru dapat berjalan efektif apabila masyarakat ikut terlibat didalamnya.”ujarnya.

Langkah yang diambil Wali Kota Medan, Bobby Nasution dalam mengelolah sampah di kota Medan ini juga turut di dukung oleh jajaran dibawahnya salah satunya adalah Kecamatan yang saat ini diberikan wewenang untuk menangani masalah sampah di wilayahnya masing-masing.

Camat Medan Johor, Zulfakhri Ahmadi, S.Sos saat ditemui menerangkan semenjak wewenang penanganan sampah dilimpahkan ke Kecamatan membuat koordinasi dengan para petugas kebersihan menjadi lebih cepat.

“Sekarang kita lebih gampang berkoordinasi dengan petugas kebersihan, jadi apabila kita temukan dilapangan hal-hal yang menyangkut sampah dapat segera kita perintahkan kepada petugas untuk di tangani.” Kata Zulfakhri.

Zulfakhri Ahmadi juga menjelaskan selama ini pelayanan pengakutan sampah dirumah-rumah masyarakat dilakukan pada pukul 07.00 wib. Karena itulah Zulfakhri menghimbau kepada masyarakat Kec. Medan Johor untuk mengeluarkan sampah rumah tangganya dibawah pukul 07.00 wib pagi.

“Sampah dari rumah-rumah masyarakat kita angkut pukul 7 pagi setiap harinya, artinya masyarakat harus mengeluarkan sampahnya dibawah pukul 7 pagi, apabila masyarakat tidak mengeluarkanya pada saat dilakukan pengangkutan, kita berharap masyarakat menyimpannya terlebih dahulu dirumah dan baru dikeluarkan pada esok paginya.”jelas Zulfakhri Ahmadi.

Selain itu, lanjut Zulfakhri Ahmadi lagi untuk mencegah masyarakat membuang sampah sembarangan, jajaran Kec. Medan Johor setiap malam melakukan penyisiran sampah mulai dari pukul 20.00 wib sampai dengan pukul 24.00 wib.

“Kita juga membuat posko sampah yang melibatkan Kelurahan, kepling, mandor dan korcam, jadi selama ini banyak kita temui sampah-sampah liar yang dibuang masyarakat, apabila kita temukan ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan maka akan kita tangkap, di data lalu diberikan sanksi.”jelasnya menambahkan.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *