Penebangan kayu Pinus Makin Marak Di Desa Silamosik Kec Porsea


KAB TOBA Wikimedan.com | Diminta pihak Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Utara segera bertindak akan maraknya penebangan kayu pinus secara tidak beraturan oleh pihak pengusaha di Desa Silamosik Kecamatan Porsea.

Salah seorang masyarakat menjelaskan Penabangan Pinus ini dilakukan atas pemenangan tender di dua desa, kami masyarakat kecil merasa tidak nyaman apabila hutan pinus ini digunduli efeknya bisa terjadi kelongsoran dan kekeringan pada sawah belum lagi jalan rusak akibat mobil berat keluar masuk ke Desa ini ujarnya kepada wartawan kemarin. i

“Ini harus secara serius harus di tindak lanjuti, dimana ini merupakan suatu kelalaian oleh pihak Dinas Kehutanan, sebab kita melihat banyaknya Tempat Penumpukan Kayu (TPn), akan tetapi kalau kita bertanya kepada masyarakat terdekat TPn, mereka tidak mengetahui siapa pengusahanya” kadang bertanya dalam hati, sudah berapa ratus SKPT yang di keluarkan oleh Kepala Desa atas banyaknya kayu dan bahkan berapa Kepala Desakah yang mengeluarkan surat keteranganya.

Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Toba Leo Sitorus saat di konfirmasi atas adanya TPn yang di duga liar juga mengatakan agar kita hentikan karena belum ada ijin dikantongi mereka, “Terima kasih atas informasinya, nanti kita sampaikan kepada Dinas Kehutanan Propinsi, juga kita akan segera turun ke lokasi” ujarnya.

Aduan dari masyarakat ternyata dihiraukan oleh aparat penegak hukum bahkan sampai sekarang penebang pinus masih beroperasi di guluan.

Bakum dari pusat propinsi turun langsung meninjau kelokasi penebangan pinus,jelas ditemukan banyaknya tumpukan pinus dan satu alat berat.

Anggota Dewan Kabupaten Toba, Torang Sitorus mengatakan kepada Bakum pusat agar masalah ini jangan dikasi kendor, juga meminta tegas supaya itu di hentikan bila mana ucapan saya ini tidak ditanggapi,berarti sama halnya tidak ada fungsi dari Anggota DPRD Toba jelasnya, kemarin. (A.Sirait)

 

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *