Pekerja DKI Siap-siap Pulang Kerja Lebih Malam

Wikimedan.com – Pekerja DKI Siap-siap Pulang Kerja Lebih Malam. Bagi pekerja di wilayah DKI Jakarta harus bersiap jika pemerintah kemudian memberlakukan jam kerja baru. Yaitu, shift siang-malam.

Wacana itu merupakan usul kepolisian, Polda Metro Jaya, akibat kemacetan di wilayah DKI Jakarta yang dilaporkan semakin parah. Rencananya, hari ini, Jumat (5/8/2022), Polda Metro Jaya akan kembali menggelar rapat dengan pihak terkait untuk membahas usulan tersebut.

Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Metro Jaya AKBP Rusdy Pramana sebelumnya mengatakan, pengaturan jam kerja bagi para pekerja di ibu kota untuk mengurangi kemacetan masih sebatas usulan dan harus dipikirkan matang.

Menurut dia, internal kepolisian masih membahas wacana pengaturan jam kerja. Selanjutnya akan meminta masukan dari pihak-pihak terkait.

“Langkah-langkah koordinasi sudah dilakukan. Ini tentunya ditindaklanjuti. Contohnya minggu depan kami akan rapat dan mengundang pihak-pihak terkait,” ujar Rusdy dikutip Jumat (5/8/2022).

Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya mencatat, angka kemacetan di Jakarta pada pagi hari mencapai 54 persen. Di mana, diperkirakan kemacetan jalan, tidak hanya Jakarta, telah menimbulkan kerugian negara sekitar Rp 71 triliun setiap tahunnya.

“Kemarin tanggal 1 Agustus diundang Dirlantas untuk membicarakan di Polda Metro, hadir perwakilan Kementerian Tenaga Kerja, Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Dalam Negeri, Pemda DKI, dan Apindo. Diajak bicara gimana mengurai kemacetan di DKI yang selama ini nggak terkendali walau ganjil genap dijalankan. Ada wacana mengubah jam kerja,” kata wakil Ketua Apindo DKI Nurjaman kepada CNBC Indonesia, Kamis (4/8/22).

Kebijakan itu, kata Nurjaman, takkan bisa diterapkan untuk sejumlah sektor. Juga akan memicu kenaikan biaya bagi sektor bisnis yang beroperasi di Jakarta.

“Sektor produksi manufaktur nggak bisa dan dia udah tiga shift. Ekspedisi juga nggak bisa diatur, gimana jam kirim diatur, sementara di sana udah ditutup, bisa dibongkar. Dampaknya permintaan barang nggak sesuai antara supply-demand. Terjadi penumpukan barang gudang karena nggak bisa dikirim,” katanya.

Belum lagi, imbuh dia, pemerintah perlu menambah armada di jam-jam malam, dimana saat ini armada tersebut mulai berkurang.

“Produktivitas berkurang, kedua tingkat kesehatan karyawan, ketiga gimana keamanan karyawan, gimana kenyamanan karyawan, itu perlu dipertimbangkan,” katanya.

“Saya sampaikan juga kalau jam kerja dinaikkan ke atas, jam 5-10 malam, itu puncak PLN kan biaya tinggi untuk listriknya. Kalau naik sampai jam 8 jadi cost juga karena biaya listrik tinggi,” pungkas Nurjaman

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *