Pasukan Pencuci Kereta Api di Stasiun Banyuwangi Baru

Tak banyak yang memperhatikan, ada sejumlah orang yang berjasa saat mudik dan balik Lebaran. Mereka adalah para pasukan pencuci gerbong kereta di Stasiun Banyuwangi. Mereka tetap mencuci kereta meski di hari raya.DEDY JUMHARDIYANTO, BanyuwangiTERIK matahari cukup menyengat pagi itu. Jarum jam menunjukkan pukul 08.00. Seorang lelaki tampak sibuk bekerja. Tangan kanan memegang slang panjang. Sesekali pria tersebut menyemprotkan air ke gerbong kereta yang berada di depannya. Pria tersebut tidak sendirian. Dia bersama dua pekerja lainnya.Pekerjaannya adalah mencuci gerbong-gerbong penumpang kereta api sampai bersih. Lelaki itu adalah Yuyud Budianto, salah seorang pengawas yang juga pencuci gerbong kereta di Stasiun Banyuwangi.Pria berusia 35 tahun tersebut sudah enam tahun melakoni pekerjaannya sebagai pencuci gerbong kereta. Kebetulan, Yuyud juga berperan sebagai pengawas yang membawahi 24 orang pekerja. Semuanya adalah pencuci gerbong kereta.Yuyud mengatakan, aktivitas mencuci gerbong kereta tersebut dilakukan timnya setiap hari, yakni malam dan pagi hari. Kereta api yang harus segera dicuci malam hari adalah rangkaian kereta api Mutiara Timur Pagi, KA Sritanjung, dan KA Tawangalun.Sementara itu, yang pagi hari adalah KA Mutiara Timur Malam, KA Wijayakusuma, dan KA Probowangi. “Semua KA, baik bisnis maupun ekonomi, wajib dibersihkan dan dicuci,” kata Yuyud.Untuk memperlancar kegiatan bersih-bersih gerbong KA tersebut, dia selalu datang lebih awal, baik pagi maupun malam hari. Yuyud harus memastikan pasokan air untuk mencuci kereta api benar-benar tersedia.Selain itu, dia harus memastikan kondisi air bersih yang tersedia di tandon serta kondisi toilet di setiap gerbongnya. “Yang banyak jadi keluhan dan sorotan adalah kebersihan toilet,” ujar warga Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, itu.Dengan menaiki gerbong, dia memasang slang keran air. Ada pembagian tugas yang diatur dalam mencuci gerbong. Setiap sif ada sepuluh pencuci gerbong.Enam orang bertugas di dalam gerbong. Mereka mengepel bagian lantai kereta, membersihkan bagian kamar mandi dalam gerbong, dan membersihkan kaca bagian dalam.Sementara itu, empat orang lainnya berada di luar. Tugasnya adalah mencuci gerbong bagian luar, termasuk membersihkan kaca kereta dan membersihkan bagian kamar dinding kereta. Mereka tampak kompak menggosok tubuh si “ular besi” tersebut dari ujung kepala hingga ekornya. Dengan sebuah sikat bergagang panjang, tubuh kereta sepanjang 200 meter itu digosok.Meski peluh tampak di wajahnya, Yuyud tetap bersemangat melakoni pekerjaan di tengah terik siang itu. Semuanya benar-benar harus bersih luar dalam, tak boleh ada debu yang menempel sedikit pun. Butuh waktu 30 menit untuk membersihkan satu gerbong KA bagian luar dan dalam.Waktu pembersihan yang dihabiskan bergantung jumlah gerbong setiap rangkaian. “Untuk waktu pembersihan bervariasi, tinggal mengalikan jumlah gerbongnya,” ujar Yuyud.Dalam sehari, ucap dia, timnya mampu mencuci enam rangkaian kereta. Pada Lebaran, timnya pun tetap harus bekerja mencuci kereta sesuai jadwal.Sebab, ungkap Yuyud, kebersihan kereta menjadi tanggung jawabnya. Demi kenyamanan setiap penumpang. Alasannya, sebelum kereta berangkat melayani penumpang, dia harus memastikan ketersediaan air bersih di dalam kereta yang ditampung dalam tandon air, pembersihan interior, dan eksterior gerbong kereta.Bukan hanya itu, sekali dalam tiga bulan, Yuyud dan timnya juga membersihkan tinja yang tertampung dalam tandon yang terletak di bagian bawah gerbong.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *