OJK Sumbagut Berharap Para Santri Ponpes Al Barokah Cerdas Mengelola Keuangan

Foto : Deputi Direktur Pengawasan dan Perizinan, Anton Purba saat memberikan samburtan pada sosialisasi OJK kepada para santri Ponpes Al Barokah Desa Silindik Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun.

SIMALUNGUN (Sumut) Wikimedan | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumbagut mengharapkan agar para Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Barokah dapat mengetahui dan mengerti lalu lintas perjalanan pengawasan yang dilakukan terhadap Lembaga perbankan, Bank Perkreditan Rakyat(BPR), perusahaan pembiayaan, pergadaian dan pembiayaan dana pensiun dan pasar modal terkait terkait pananaman investigasi dan saham.

OJK usianya masih belia dan pada 22 November 2018 berusia 7 tahun. OJK didirikan bertujuan untuk mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan, melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Deputi Direktur Pengawasan dan Perizinan, Anton Purba dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) OJK KR 5 SUmbagut, Zulfikar saat sosialisasi pengenalan OJK dan perencanaan keuangan kepada para santri di Pondok pesantren (Ponpes) Al Barokah, Jl.Gotong Royong Desa Silinduk Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun-Sumatera Utara, Kamis (1/11/2018).

Zulfikar pada kesempatan itu juga mengajak para santri cerdas dalam mengelola keuangan sesuai kebutuhan. Tidak boros. Kalau santri bisa menabung. Misalnya uang kita ada sejuta, 10 persen untuk sosial, 20 persen untung menabung dan tiga puluh persen lagi untuk membayar hutang seperti membayar kredit sepeda motor roda dua. Jadi harus benar-benar digunakan efektif.

“Uang kita bawa dan gunakan setiap harinya jika bisa tidak hanya sebagai alat traksaksi, tapi juga sebagai alat investasi,” imbuhnya.

Sementara perwakilan Ponpes Al Barokah, Ustadz Syafii mengucapkan terima kasih kepada OJK yang telah menggelar sosialiasi untuk mengenalkan lembaga keuangan itu kepada para santri serta Workshop penulisan berita/opini keuangan kepada para santri Ponpes Al Barokah yang disampaikan sejumlah wartawan ekonomi dari Medan.

“Ponpes yang memiliki luas sekitar 9 Ha ini diharapkan bisa lebih mewarnai kehidupan para santri di masa depan dengan adanya peternakan ayam dan ikan serta lainnya,” ucap Humas OJK KR 5 Sumbagut, Edi Gunawan.

Pada kesempatan itu para wartawan juga melakukan peninjauan peternakan ayam di Ponpes tersebut yang dipandu Ustadz Syafi’i dan guru Aliyah dan Shanawiyah, Kurnniadi. (er).

 

Kategori : Berita Medan

Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *