Meski Risk On, GBPUSD Hari Ini Turun Karena Terbebani Brexit dan Konflik AS-China

Pasangan mata uang GBPUSD hari ini mencatatkan penurunan menuju ke 1,2250 atau mewakili penurunan 0,07% menjelang pembukaan sesi Eropa. Permintaan mata uang Poundsterling Inggris mengalami pelemahan karena masalah Brexit. 

Selain itu pembelian di sekitar mata uang Dolar AS secara luas juga turut membuat pasangan turut lebih signifikan. Mata uang Poundsterling Inggris juga masih sangat terbebani oleh masalah hubungan AS dan China.

Dilansir dari UK Times, PM Boris akan melakukan kunjungan ke Brussles pada bulan Juni mendatang. Kunjungan itu adalah upaya pembicaraan pribadi untuk kali pertama dengan para pimpinan Uni Eropa. Saat ini pemerintah Inggris terus berusaha untuk kembali menghidupkan pembicaraan Brexit yang sempat terhenti akibat pandemi virus Corona.

Berita kunjungan muncul ketika Kepala Negosiasi Inggris yaitu David Frost mengatakan bahwa tidak ada perpanjangan masa transisi Brexit. Sebelumnya setelah ada pernyataan tersebut, para investor sangat khawatir dengan masa depan perdagangan Inggris. Namun dengan adanya kunjungan dari PM Boris diharapkan membawa angin segar kesepakatan Brexit.

Di sisi lain GBPUSD hari ini turun juga disebabkan oleh masalah internal pemerintah Inggris. Karena PM Boris mendukung Dominic Cummings yang telah melanggar ketentuan lockdown. Masalah ini tentunya akan menjadi ancaman baru untuk posisi Perdana Menteri.

Masalah lain yang membuat GBPUSD hari ini turun masih datang dari konflik AS dan China. Parlemen AS dilaporkan telah meloloskan RUU mengenai sanksi bagi China. Walaupun masalah membebani permintaan Poundsterling, tapi secara luas sentimen risiko masih dalam posisi yang baik. Mengingat saat ini imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun mampu mengalami kenaikan ke 0,70%. Rata-rata saham Asia juga mampu mencatatkan kinerja yang sangat baik

Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply