Mengintip Para Pawang Hujan di Luar Negeri, Tarifnya Bisa Sampai 2 Juta

Daftar Indodax

Mengintip Para Pawang Hujan di Luar Negeri, Tarifnya Bisa Sampai 2 Juta – Pawang Hujan merupakan salah satu profesi unik, tapi juga lumrah di Indonesia. Disebut unik, karena percaya tak percaya, bahwa mereka bisa mengendalikan cuaca. Sangat berguna bagi orang yang punya hajat atau keperluan acara yang biasanya cukup besar. Bahkan di era modern ini, jasa pawang hujan seolah tak ada matinya karena dianggap ampuh. Ada yang bilang mereka memakai metode mistis, namun ada juga yang percaya para pawang hujan ini hanya berdoa pada Yang Maha Kuasa.

Ternyata tidak hanya di Indonesia loh pawang hujan itu ada. Di beberapa negara, profesi ini juga bisa ditemui dengan mudah. Bahkan uniknya, salah satu di antara mereka memasang tarif hingga jutaan rupiah dalam sekali praktik. Lalu benarkah hal itu? Biar gak penasaran simak ulasan berikut.

Suku Pedi yang memiliki pawang hujannya sendiri

Mirip dengan yang ada di Indonesia, sepertinya Suku Pedi di Afrika Selatan punya pawang hujannya sendiri. Mereka disebut Moroka, orang-orang yang berkemampuan khusus untuk mengendalikan awan. Nah, para penduduk desa akan meminta jasanya untuk mengendalikan cuaca dengan memberikan persembahan atau uang.

Nantinya Moroka tersebut akan melakukan ritual khusus lengkap dengan memukul barang yang menghasilkan bunyian-bunyian khusus. Ketika desa mereka kekeringan atau malah minta agar hujan turun karena ada acara, Moroka adalah orang pertama yang dimintai tolong. Para penduduk sampai saat ini mempercayai tradsi ini karena memang sering tepat seperti yang diramalkan sang Moroka sendiri.

Di Jepang, pawang hujannya adalah boneka sakral

Di negeri Matahari terbit, ada lagi pawang hujan yang dianggap sangat ampuh mengusir cuaca yang tidak dikehendaki. Namun bedanya, di Jepang ini pawang hujannya bukan manusia melainkan boneka yang dipasang di rumah-rumah. Dilansir dari laman Kumparan, Teru-Teru Bozu adalah boneka berwarna putih yang dipercaya dapat mengusir hujan.

Boneka ini sejatinya asal-usulnya justru dari China, tentang legenda seorang perempuan yang dikorbankan untuk menyelamatkan kota dari badai. Akhirnya banyak orang yang membuat boneka menyerupai gadis tersebut. Namun, lama kelamaan boneka itu tidak lagi berupa gadis, melainkan sosok biksu dan dipakai hingga sekarang.

Gadis perawan sebagai pawang hujan Thailand

Nah, beda lagi di negeri gajah putih Thailand sana. Bagaimana tidak, pasalnya tradisi Thailand percaya bahwa seorang gadis yang masih perawan bisa mengendalikan hujan yang akan datang. Ya para gadis itu akan dicari oleh orang yang ingin cuaca tetap cerah dan kemudian diminta untuk melakukan ritual-ritual khusus.

Salah satu ritualnya adalah menancapkan sereh dengan posisi terbalik, karena dipercaya dapat menghalau datangnya hujan bahkan bisa mengusir mendung. Tradisi ini sendiri sejatinya sudah ada sejak berabad-abad lamanya dan masih dipercaya hingga sekarang. Mungkin sama dengan kepercayaan orang Indonesia yang buang ‘daleman’ supaya tidak hujan ya.

Kalau pawang hujan Inggris, tarif 2 juta sekali praktik

Beda lagi cerita dengan pawang hujan yang ada di Inggris karena biayanya yang mahal. Bagaimana tidak, mereka menerapkan tarif bahkan sampai 2 juta dalam satu kali praktiknya. Namun jangan khawatir karena jasanya 90% akurat ketimbang pawang hujan yang lain. Bagaimana tidak, pasalnya mereka ternyata memakai teknologi super canggih agar hujan tidak turun.

Seperti yang ditawarkan oleh perusahaan  Oliver’s Travel, dengan modal pesawat terbang dan alat lainnya. Seminggu sebelum hari H, pesawat akan terbang ke lokasi dengan menyebar partikel Iodida. Nah, nantinya hujan bakal turun lebih cepat sebelum acara, sehingga pada hari H dipastikan akan cerah.

Memang masing-masing negara memiliki caranya sendiri dalam menolak datangnya hujan yang tak diinginkan. Mulai dari yang menggunakan klennik dan mistis, hingga teknologi yang super canggih. Hal ini barangkali bisa menjadi wajah masa depan pawang hujan Indonesia, siapa tahu bisa lebih canggih dan akurat lagi ke depannya.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *