Mengenal Lebih Dekat Francesco Bagnaia, Si Penerus Rossi

Berita MotoGP: Salah satu dari empat rookie (debutan) di arena balapan MotoGP musim depan adalah Francesco Bagnaia. Jebolan akademi balap milik Valentino Rossi ini pada musim balapan 2018 kemarin sukses meraih gelar juara dunia di kelas Moto2. Seberapa hebat Bagnaia? Berikut kita simak berbagai torehan prestasi yang telah diraih oleh pebalap Italia ini.

Keberhasilan Bagnaia ini meraih gelar juara dunia di kelas Moto2 pada musim balapan 2018 lalu menjadikannya sebagai pebalap termuda kesembilan yang meraih gelar juara di kelas intermediate itu karena Bagnaia meraihnya di usia 21 tahun 294 hari.

Bagnaia dengan demikian menjadi pebalap termuda keempat Italia yang mencatat prestasi itu setelah Marco Melandri (20 tahun 74 hari), Rossi (20 tahun 250 hari) dan Marco Simoncelli (21 tahun 273 hari).

Pada usia 21 tahun 63 hari seusai seri perdana di Qatar, pebalap yang dijuluki Pecco ini  menjadi pebalap termuda keenam yang memimpin klasemen di arena balapan Moto2 sejak kembali diperlombakan pada 2010 lalu atau menjadi pebalap Italia termuda yang melakukannya.

Bagnaia juga menjadi pebalap Italia ke-15 yang sukses meraih gelar juara dunia di kelas Moto2 dan gelar juara itu menjadi gelar juara yang ke-24 yang diraih oleh para pebalap asal Italia di ajang balapan itu.

Selain itu, Bagnaia telah mengulang pencapaian dua pebalap Italia sebelumnya di ajang balapan itu yakni Rossi dan Loris Capirossi pada 1998 dan 1999 lalu karena musim lalu gelar juara dunia di ajang balapan ini juga dimenangkan oleh pebalap asal Italia yaitu Franco Morbidelli.

Sepanjang musim balapan 2018 lalu, Bagnaia meraih delapan kemenangan yang menyamai torehan pencapaian Johann Zarco tiga musim lalu dan juga Morbidelli musim lalu.  Jumlah itu hanya terpaut 1 angka lebih sedikit dari jumlah kemenangan yang diraih oleh Marc Marquez pada 2012 silam. 

Bagnaia juga menyamai prestasi Andrea Iannone dan Morbidelli yang menjadi pebalap Italia yang paling banyak meraih kemenangan di kelas itu.

Bagnaia meraih posisi podium sebanyak 12 kali pada musim balapan 2018 dan menjadikannya telah meraih posisi podium di ajang Moto2 sebanyak 16 kali, menyamai prestasi Mika Kallio dan menjadikan Bagnaia sebagai pebalap Italia ketiga terbanyak yang meraih podium di ajang balapan itu.  

Selain Morbidelli, Bagnaia yang musim depan tampil bersama tim satelit Ducati Alma Pramac ini juga menjadi pebalap Italia yang sukses meraih kemenangan pada dua seri beruntun (back-to-back) di ajang Moto2.

Sejak naik ke kelas Moto2, Bagnaia selalu sukses menyelesaikan balapannya hingga garis finish dan hanya dua kali gagal meraup poin sama sekali yang terjadi di Amerika Serikat dan Italia musim lalu.  

Artikel Tag: Francesco Bagnaia, rookie, motogp, 2019, Alma Pramac Racing


Kategori : Berita Olahraga

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *