Mengenal Kerinci, Suku Asli Indonesia yang Ternyata Lebih Tua dari Inca di Amerika

Daftar Indodax

Berita Hiburan – Mengenal Kerinci, Suku Asli Indonesia yang Ternyata Lebih Tua dari Inca di Amerika. Kerinci menjadi salah satu suku di Indonesia yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Mulai dari pakaian adat, tarian dan tradisinya yang bahkan sudah dikenal sampai mancanegara. Jadi bukan hal yang aneh kalau kemudian banyak peneliti luar negeri melirik untuk mempelajari suku ini, dan faktanya memang hal tersebut sudah dilakukan.

Nah, salah satu penelitian yang menarik mengenai suku ini adalah teori mengenai mereka yang disebut salah satu peradaban tertua di dunia. Bahkan tidak kalah dari umur Mesir, Yunani kuno, bahkan Inca di Amerika. Mereka dikatakan sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Lalu benarkah hal itu? Simak ulasan berikut.

Suku Asli Indonesia yang Ternyata Lebih Tua dari Inca di Amerika

Suku Kerinci yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu

Siapa sangka kalau salah satu suku di tanah Sumatera ternyata jadi salah satu yang paling tua di dunia. Dilansir dari Republika, Dr Bennet Bronson seorang peneliti asal AS pernah mengungkapkan kalau bisa jadi peradaban suku Kerinci lebih tua dari suku Inca di Amerika sana.

Lebih tua dari Inca [sumber gambar]Ya, suku Inca yang juga terkenal dengan beberapa ramalannya mengenai masa depan itu. Hal ini karena nenek moyang suku Kerinci diperkirakan telah mendiami kawasan gunung Kerinci sejak 10 ribu tahun yang lalu. Belum lagi adanya beberapa peninggalan seperti aksara Incung yang membuktikan kalau memang ada sebuah peradaban kuno yang sudah eksis lama di sana.

‘Kecik Wok Gedang Wok’ dikenal sebagai nenek moyang

Sebelum menjadi suku Kerinci modern seperti yang sekarang ini, penduduk peradaban kuno itu dikenal sebagai ‘Kecik Wok Gedang Wok’. Mereka adalah kelompok pertama yang mendiami daerah pegunungan Kerinci yang selanjutnya beranak-pinak dan melahirkan sebuah peradaban.

Suku Kerinci [sumber gambar]Namun ada yang menarik dari nenek moyang suku Kerinci ini pasalnya dalam penelitian lain menyebutkan kalau mereka punya kedekatan dari segi lingustik dengan bahasa dari ras India. Jadilah sebuah hipotesa kalau pada zaman dulu kedua ras ini menjadi sebuah hubungan yang erat, atau malah salah satu dari mereka adalah nenek moyang yang lain? Semua masih butuh penelitian.

Lahirnya suku Kerinci Modern karena beberapa budaya yang masuk

Suku Kerinci makin berkembang dengan adanya beberapa budaya yang masuk dari luar. Mulai dari penggunaan huruf dan bahasa hingga kepercayaan. Terutama ketika Islam masuk ke sana, banyak masuk cerita-cerita baru pada budaya tersebut. Misalnya kisah mengenai Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW.

Suku Kerinci Kenduri [sumber gambar]Pun demikian dengan penggunaan bahasa yang ternyata juga sering memasukkan bahasa Arab dan Melayu. Hal ini adalah sesuatu yang wajar karena hampir semua suku juga akan mengalami pencampuran bahasa dan adat jika ada budaya yang masuk dan diterima oleh para anggota sukunya.

Namun demikian ada pendapat yang kontra

Meskipun begitu siapa sangka ada beberapa orang yang sempat kontra dengan hal ini. Dilansir dari Republika, awal kemunculan penelitian suku tertua ini sempat jadi kritik dan polemik dari para budayawan dan peneliti. Salah satu alasannya adalah karena perbedaan pendapat mengenai kelompok kuno yang mendiami gua di Kerinci.

Tarian suku Kerinci [sumber gambar]Beberapa peneliti berpendapat kalau itu adalah ‘Kecik Wok Gedang Wok’. Namun ada pula yang mengatakan kalau itu berasal dari nenek moyang suku Papua atau Aborigin yang sempat menetap di sana. Sejatinya perbedaan pendapat dalam penelitian adalah hal yang biasa, dari sini pula nantinya akan dilakukan penelitian lebih lanjut.

Adanya teori mengenai suku Kerinci yang jadi salah satu tertua di dunia tentunya sebuah penemuan yang luar biasa. Hal ini bisa jadi kebanggaan tersendiri jika memang ke depannya teori ini dibuktikan benar. Hal ini juga akan semakin mengukuhkan teori tentang Indonesia di masa lampau yang peradabannya sudah sangat maju.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *