Masyarakat Jangan Meminjam Uang Di Rentenir, Seharusnya Meminjam Di Bank


MEDAN Wikimedan | Rapat Pleno TPKAD Se Sumatera Utara yaitu Tim Percepatan Keuangan Asset Daerah. Supaya kita bisa meningkatkan Inklusi Keuangan, maksudnya bagaimana masyarakat kita bisa mengakses Perbankan.

Mengakses dalam arti bisa menabung dan bisa memakai skema kredit yang ada di Perbankan. Misalnya ada KUR dan Kredit UMK, dan itu juga Perbankan masih ada hambatan-hambatan, karena Perbankan juga sangat Pruden.

Untuk itu akses selama ini baik kurangnya Infrastruktur Perbankan, atau kantor Cabang dan Unitnya belum ada di daerah tersebut, maka kita akan mensiasatinya dengan masyarakat menjadi Agen untuk masyarakat lebih mau diajak menabung. Alhamdulillah untuk Inklusi Keuangan di Sumut cukup tinggi sekitar 75 %. Nah…selain kita mendukung Inklusi keuangan maka kita juga mendorong Literasi Keuangan.

Untuk Literasi Keuangan masyarakat juga memahami apa-apa saja Produk yang ada di Perbankan. Karena selama ini kan masyarakat taunya KUR, tapi kan masyarakat tidak tahu mengakses ,apa saja jenis KUR dan apa saja persyaratan KUR dan yang paling Urgen adalah bagaimana memanfaat kan dana itu.

Jadi kalau sudah dikucurkan Dana KUR, tapi masyarakat tidak mempergunakan dana KUR dengan cara yang tidak Produktif juga tidak ada manfaatnya, jadi disinilah fungsi Perbankan. Nah….kita di Pemerintah, Perguruan Tinggi dan Lembaga untuk berperan aktif bersosialisasi. Sehingga masyarakat memahami bagaimana mempergunakan Uang dengan baik,bagaimana membangun Proposal bisnis secara Produktif, dan bagaimana membelanjakan uang KUR itu.

Sehingga KUR itu tidak macet dan akhirnya KUR itu bisa dikembalikan tepat waktu. Dan masyarakat bisa meningkatkan terus permodalannya. Itulah tujuan kita untuk berkumpul Rapat Koordinasi dan Rapat Pleno untuk membahas apa yang terjadi di lapangan. Hal tersebut diungkapkan Analist Biro Perekonomian Dr Naslindo Sirait Usai Acara Rapat Pleno di Hotel Garuda Kamis (24/6/2021).

Lanjut Naslindo bahwa kasian masyarakat kalau tidak mendapatkan akses Perbankan, masyarakat akan ke mencari tempat untuk meminjam yaitu Renteneir dengan bunga yang sangat tinggi. Sekarang KUR kan termasuk murah 6 % pertahun, sudah terendah di Republik Indonesia, jadi sekarang ini bukan lagi persoalan Bunganya yang tinggi, akan tetapi bagaimana masyarakat tau jika aksesnya tidak ada dan Kantor Banknya tidak ada, walaupun ada tapi masyarakat tidak tahu bagaimana mendapatkannya.

Walaupun kita tahu bersama bahwa Perbankan itu Pruden, karena pihak Perbankan itu tidak boleh juga memberikan Kredit pinjaman sembarangan kepada masyarakat. Bisa hancur juga dunia Perbankan kita. Tapi pihak Perbankan juga jangan karena Pruden, sementara ada masyarakat layak untuk diberikan pinjaman.

Jadi disinilah kita mendiskusikannya secara serius. Jadi kita harus berpihak kepada masyarakat, saya juga mengharapkan Kepada Perbankan untuk diperbanyak KUR Mikro diberikan kepada UMKM.

Naslindo juga mengatakan bahwa TPKAD ini ada di seluruh , bahwa Sumatera Utara itu berhasil meningkatkan Inklusi Keuangannya. Tapi kita harus juga berbarengan dengan Literasinya, jadi Inklusi yang tinggi mengedepankan Literasi yang tinggi, tidak berpengaruh dan tidak memberikan manfaatnya juga tidak ada apa-apanya.

Naslindo menambahkan bahwa nantinya akan ada tahapan-tahapannya, kita akan mengundang para Kaum Millenial Intelektual dari Mahasiswa. Kita akan membuat Program Literasi.

Karena secara Hakikinya bahwa Mahasiswa merupakan Agen yang Terdepan, yang nantinya bisa mengharapkan sebagai Pelaku Ekonomi muda. Misalnya bisnis Star Up, para mahasiswa harus meningkatkan bisnis tersebut. Makanya kita harus membuka akses Perbankan kepada Mahasiswa tersebut.

Jadi bagus juga masukkan kepada kami untuk diawalin mengundang kepada Mahasiswa di Medan, baru kita suruh kepada masing-masing Kepala Daerah untuk mengundang Mahasiswanya. Agar membuat Program masing-masing Kepada para Mahasiswa di Daerah Kabupatennya masing-masing, akan bisa lebih berkreasi dalam berusaha sendiri, karena juga menekan Pengangguran yang semakin banyak.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *