Lia Eden Meninggal Dunia, Ini Sepak Terjangnya yang Kontroversial

Pasang Iklan Disini

Lia Eden atau yang bernama asli Lia Aminudin meninggal dunia 9 April 2021 lalu. Perempuan kelahiran Surabaya, 21 Agustus 1947 ini dahulu namanya sering muncul karena kontroversi-kontroversi yang ia lakukan. Belakangan kabarnya lama tak terdengar, hingga muncul pernyataan bahwa pemimpin sekte Salamullah ini meninggal.

Sedikit menengok ke belakangan, Lia Eden ini memang kontroversial. Ia pernah mengaku mendapat wahyu dari malaikat Jibril bahkan mengatakan bahwa akan ada UFO mendarat di Monas. Di luar itu semua, tentu meninggalnya Lia Eden tentu membawa duka bagi keluarga, pengikut dan orang-orang terdekatnya. Karena itu, tak ada salahnya jika kita turut mengenang Lia Eden.

Terlahir sebagai Muslim, mengaku sebagai titisan Bunda Maria

Wanita asal Surabaya ini sebenarnya terlahir sebagai Muslim. Hingga sekitar tahun 1995 ia mulai meyakini bahwa dirinya menerima bimbingan malaikat Jibril. Lia Eden kemudian memutuskan mempelajari paranealis atau aliran lintas agama. Ia kemudian mulai mengenal Nasrani, mengimani beberapa ajaran Hindu dan menerapkan ajaran Budha.

Lia Eden lantas mengklaim bahwa dirinya adalah titisan Bunda Maria. Tak hanya itu, Ahmad Mukti putranya juga ia sebut sebagai Yesus Kristus. Di tahun 2000-an, Lia akhirnya membuat agama baru bernama Salamullah. Agama ini dibuat untuk menyatukan semua agama yang sudah ia pelajari. Ada beberapa ajaran di agama Salamullah Lia Eden yaitu sholat diperbolehkan dalam dua bahasa, babi termasuk makanan halal dan menggunduli kepala, membakar tubuh termasuk ritual penyucian diri.

Pernah dipenjara karena menistakan agama hingga muncul doakan KPK

Ajaran Lia Eden sebenarnya dinyatakan sebagai tindakan sesat dan menyesatkan. Bahkan sejak tahun 1997, MUI pun mengeluarkan fatwa terkait hal ini. Dalam fatwanya dikatakan bahwa Malaikat Jibril tidak mungkin turun lagi setelah kedatangannya pada Nabi Muhammad SAW. Karena itu mustahil jika klaim bahwa Lia Eden mendapat wahyu dari malaikat Jibril itu benar.

karena klaimnya tersebut, Lia Eden pernah masuk penjara beberapa kali. Yang pertama kali tercatat di tahun 2005. Kemudian, di masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Lia Eden juga sempat dipenjara dua kali terkait penodaan agama.

Rumah dukanya sepi, keluarga sempat tak diperbolehkan masuk

Saat ditelusuri penyebab meninggalnya Lia Eden, tak ada jawaban yang pasti. Dilansir dari Tribunnews, salah satu pengikutnya menyebut bahwa alasan mengapa Lia Eden adalah karena usia. “Karena sudah tua,” sebutnya. Lia Eden meninggal pada 9 April 2021 pada pukul 10.00 WIB. Rumah dukanya di Jalan Mahoni nomor 30, Senen, Jakarta Pusat tak terlihat dikunjungi. Bahkan tak ada karangan bunga sebagai tanda belasungkawa.

Lia Eden disebut akan dikebumikan di Grand Heaven, Pluit, Jakarta Barat. Jenazahnya akan dikremasi. Namun ada cerita tak menyenangkan dalam proses pemakamannya. Keluarga Lia Eden dikabarkan sempat ditolak oleh para pengikut Lia Eden. Tidak diketahui apa alasannya namun sempat terjadi cekcok antara dua pihak tersebut.

Menyebarkan ajaran Salamullah hingga akhir hayat

Meski namanya jarang muncul di publik bukan berarti Lia Eden berhenti menyebarkan ajarannya. Sampai akhir hayat, Lia Eden tetap meyakini bahwa dirinya menerima wahyu dari malaikat Jibril. Ini juga terbukti dalam proses pemakamannya yakni ketika dikremasi, jenazah Lia Eden diantarkan oleh puluhan pengikutnya.

Lia Eden dimakamkan di Grand Heaven, Pluit Jakarta Utara. Proses kremasinya disebut-sebut mirip dengan upacara kematian militer. Sebab dari beberapa sumber dijelaskan bahwa tersebar sebuah video proses pemakaman Lia Eden. Terlihat peti jenazah Lia dibawa oleh beberapa orang berseragam biru putih dengan helm putih. Barisan pembawa jenazah ini juga melewati personil yang membuat formasi lengkung pedang.

Semasa hidup, Lia Eden memang penuh dengan kontroversi. Namun di luar itu semua, Lia Eden tetaplah manusia yang akhirnya habis masa hidupnya. Turut berbela sungkawa.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *