Kata Orang MA, Banyak OTT Bukan Tanda KPK Sukses

Wikimedan – Mahkamah Agung (MA) angkat bicara terkait masifnya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Itu merujuk pada pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Hakordia KPK pada (3/12) lalu yang menyebut keberhasilan KPK bukan dilihat dari banyaknya OTT.

“Sebagaimana diungkapkan oleh Presiden Jokowi ketika hari antikorupsi sedunia, keberhasilan tindak pidana korupsi itu tidak bisa hanya di ukur oleh seberapa besarnya orang yang ditangkap atau dinyatakan sebagai terdakwa,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (7/12).

Abdullah memandang, banyaknya OTT yang meneyeret kepala daerah, anggota parlemen,dan hakim membuktikan kurangnya pemahaman perilaku koruptif.

Oleh karenanya, keberhasilan pemberantasan korupsi jika semakin menurunnya pejabat pemerintahan terciduk lembaga antikorupsi.

“Menurunnya jumlah orang yang dinyatakan sebagai tersangka tindak pidana korupsi artinya menunjukan tingkat kesadarannya meningkat, partisipasi masyarakat juga meningkat, pengetahuan terhadap hukum meningkat,” paparnya.

Kendati demikian, lanjut Abdullah, pihaknya sangat mengutuk keras perilaku koruptif. Meski saat ini sudah 25 hakim yang dijerat oleh KPK.

“Jadi inilah yang perlu kita cermati perlu kita cari cara pemberantasan korupsi yang memang musuh kita bersama,” pungkasnya.

 

(rdw/JPC)


Kategori : Berita Nasional

Loading...
Silahkan Share Ke Yang Lain Ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *