Iran Makin Chaos, Bentrokan Pecah Hampir di Seluruh Negeri

Pasang Iklan Disini

Wikimedan.com – Iran Makin Chaos, Bentrokan Pecah Hampir di Seluruh Negeri. Situasi di Iran semakin memanas. Bentrokan dilaporkan hampir terjadi di seluruh negeri itu, Rabu waktu setempat.

Hal ini diakibatkan oleh semakin meluasnya unjuk rasa terkait wanita muda bernama Mahsa Amini. Ia tewas setelah ditangkap polisi syariah setempat karena penggunaan jilbab yang membuat kemarahan di seluruh negeri.

Salah satunya di kota kelahiran Amini, Saqqez, di Kurdistan, barat laut Iran. Pasukan keamanan bahkan bentrok dengan ribuan pengunjuk rasa yang telah berkumpul untuk menandai 40 hari kematian gadis 22 tahun itu.

Tembakan juga dilaporkan dilepaskan oleh aparat. Pemerintah Iran sendiri mengatakan pasukannya dipaksa untuk menanggapi kerusuhan.

“Pasukan keamanan telah menembakkan gas air mata dan menembaki orang-orang di Zindan Square, kota Saqqez,” ujar sebuah kelompok yang berbasis di Norwegia yang memantau pelanggaran hak di wilayah Kurdi Iran, Hengaw, dalam akun Twitternya yang dikutip Kamis, (27/10/2022).

Mengutip The Guardian, setidaknya ada 10.000 orang yang turun ke jalan di wilayah itu. Tak hanya menggunakan kendaraan, mereka juga dilaporkan berjalan kaki.

“Matilah diktator. Wanita, kehidupan, kebebasan,” teriak pemdemo di pemakaman Amini di Saqqez, dalam laporan Kantor berita Iran, Fars.

Bukan hanya di Saqqez, aksi protes besar juga terjadi di Teheran. Video juga merekam bagaimana demonstran membakar tong sampah dan melempar batu.

Sekelompok pengunjuk rasa di bu kota, dilaporkan sebagai dokter dan dokter gigi. Mereka juga meneriakkan kebebasan.

Video terpisah lainnya menunjukkan gas air mata ditembakkan ke arah mereka. Menurut video yang diposting di media sosial, unit anti-huru-hara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pun terlihat berbaris ketika aksi protes meningkat kemarin.

Dalam laporan kantor berita IRNA, sejumlah universitas juga menggelar demo yang sama. Di antaranya di kota Mashhad, Karaj, Kerman.

Diketahui, Amini meninggal pada 16 September lalu. Ia wafat setelah tiga hari ditahan oleh polisi moral Iran karena dianggap berpakaian tidak pantas.

Penyelidikan resmi mengatakan ia pingsan karena kondisi yang sudah ada sebelumnya. Penjelasan ini pun ditolak oleh keluarga Amini. Mereka mengaku telah dicegah untuk memilih dokter mana pun di panel pemeriksaan medis.

Kematiannya memicu protes tak terduga yang melibatkan banyak siswa dan siswi, melepas dan membakar jilbab mereka sambil menghadapi pasukan keamanan di jalan. Iran pun melakukan pembatasan besar-besaran pada internet di negeri itu.

Sementara PBB, meminta penyelidikan internasional independen terhadap tindakan keras itu. Amerika Serikat (AS) juga akan memberi sanksi ke Iran.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/news/20221027073327-4-382838/iran-makin-chaos-bentrokan-pecah-hampir-di-seluruh-negeri

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *