Inilah 4 Fakta Praktik Penggandaan Uang di Jember, Modal Ratusan Ribu Bisa Dapat Miliaran

Daftar Indodax

Di masa pendemi ini banyak sekali masalah perekonomian yang dialami penduduk Indonesia. Sepi job dan harga barang yang mahal, kadang memaksa kita harus memutar otak. Alhasil, kadang sampai buntunya, cara haram pun akan dilakukan supaya dapur bisa terus ngebul.

Nah, seperti yang dilakukan beberapa warga di Jember ini. Bagaimana tidak, pasalnya mereka melakukan penggandaan uang di tempat angker. Dengan modal ratusan ribu saja bisa bawa pulang sampai ratusan hingga miliaran rupiah. lalu berhasilkah ritual yang mereka lakukan itu? Biar gak penasaran simak ulasan berikut.

Ritual gandakan uang di kuburan dapat miliaran

Namanya dapat jalan pintas supaya kaya tentu bikin orang silau. Hal itu juga yang terjadi di Jember beberapa waktu yang lalu. Dilansir dari laman Suara,  sebuah ritual diadakan saat malam hari di tengah kuburan. Bukan ritual biasa, namun untuk pesugihan. Pun demikian, pesugihan yang ada di sana ternyata merupakan penggandaan uang sampai miliaran rupiah.

Orang-orang yang mengikuti ritual ini mengaku membawa duit sekitat Rp 120 ribuan. Nantinya, uang itu akan digandakan hingga mencapai angka miliaran rupiah. Dengan uang sebanyak itu, siapa coba yang tidak tertarik, jadi wajar banyak yang mengikuti ritual yang satu ini.

Belum dapat semiliar sudah ketemu polisi

Sayang seribu sayang, para peserta penggandaan uang yang satu ini harus menerima apes. Bukannya jadi kaya karena dapat uang miliaran rupiah, yang ada malah buntung diterima. Bagaimana tidak pasalnya saat melakukan ritual polisi datang ke sana. Alhasil sebelum dapat uang satu miliar, para warga harus merasakan terciduk terlebih dahulu.

Kedatangan polisi ini bukan tanpa alasan, karena banyaknya pengaduan warga mengenai keberadaan ritual tersebut. Dilansir dari laman Suara, ketika polisi pertama datang mereka dihimbau untuk membubarkan diri namun tidak mau. Setelah desakan pihak berwenang, orang-orang yang mengikuti ritual itupun akhirnya bubar dengan melalui pembinaan.

Adanya pelanggaran prokes jadi alasannya utama

Sebenarnya, alasan utama dari pembubaran ritual penggandaan uang ini bukan karena kegaduhan, melainkan pelanggaran prokes. Ya, banyak orang yang mengikuti ritual itu namun tidak memakai masker dan menjaga jarak. Ditakutkan, bukannya dapat uang banyak dari ritual, malah menggandakan pasien yang terjangkit COVID-19.

Nantinya malah diri sendiri yang akan mengalami kesusahan. Selain itu, ada dugaan penipuan yang terjadi di balik ritual ini. Pasalnya, dalam beberapa tahun yang lalu ada ritual serupa yang merugikan banyak warga. Walaupun sampai saat ini belum ada warga yang melaporkan adanya kerugian sehingga semua dibiarkan melakukan ritualnya.

Sebelumnya ada kasus yang meresahkan

Tindakan polisi dalam membubarkan ritual pengandaan uang ini didasari beberapa kasus sejenis. Pada tahun 2016 lalu, ternyata praktik penipuan sempat terjadi. Ya, modus penggandaan uang jadi cara utama bagi penipu menguras uang mangsanya.

Dilansir dari laman Merdeka, sang penipu ini bisa menggondol uang sebanyak Rp 420 juta. Banyak orang yang datang ke sana untuk menggandakan uang, namun harus memberikan syarat terlebih dahulu. Syaratnya tentu menyerahkan sejumlah uang dengan jumlah yang lebih kecil dari target pengandaan. Uang itulah yang nantinya akan dibawa kabur oleh sang pelaku, hingga akhirnya para korban melapor kepada polisi.

Siapa yang sangka kalau di masa yang modern ini, praktik penggandaan uang ternyata masih diminati. Susahnya mencari uang di masa pandemi ini, menghimpit orang untuk mencari jalan pintas, bahkan dengan cara klenik sekalipun. Jangan sampai deh kita juga tergiur dengan begituan, karena seringnya malah kena tipu.

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *