Ini Alasan RI Gak Bisa Penuhi Permintaan Gas Eropa

Wikimedan.com – Ini Alasan RI Gak Bisa Penuhi Permintaan Gas Eropa. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan hingga 2023 mendatang Indonesia tidak dapat memasok kebutuhan gas alam cair atau (liquefied natural gas/LNG) untuk sejumlah negara di Eropa.

Pasalnya, produksi LNG hingga 2023 seluruhnya telah diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan pembeli yang sudah memiliki kontrak.

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas, Arief Setiawan Handoko membenarkan bahwa ada beberapa negara-negara Eropa yang meminta untuk mensuplai gas ke negaranya. Hanya saja, bisa dipastikan tidak ada pasokan LNG yang tersisa untuk memenuhi pembeli dari Eropa.

Sekalipun nantinya proyek seperti Tangguh Train 3 on stream. “Yang jelas 2023 gak bisa mencukupi. Kecuali ada tambahan baru gas dari Kalimantan masuk ke LNG Bontang, nah itu mungkin bisa,” ujar Arief saat ditemui di Gedung SKK Migas, Jumat (15/7/2022).

Berdasarkan pemaparannya, setidaknya produksi siap jual (lifting) LNG hingga Semester I-2022 telah mencapai 88,5 kargo. Produksi tersebut berasal dari Kilang Tangguh sebanyak 50,2 kargo dan sisanya berasal dari Kilang Bontang yakni 38,3 kargo.

Sementara, sepanjang tahun ini total lifting LNG diproyeksikan dapat mencapai 197,6 kargo yang terdiri atas lifting dari kilang Tangguh 116,6 kargo dan sisanya dari Kilang Bontang 81 kargo.

Untuk diketahui, Rusia mulai Senin (11/7/2022) menyetop aliran gas di pipa yang membawa gas ke Eropa. Pihak Moskow sebelumnya beralasan bahwa penghentian aliran dari pipa gas itu hanya karena adanya pemeliharaan selama 10 hari ke Nord Stream 1. Namun, hal ini membuat negara-negara Eropa ketar-ketir.

Sebab, penghentian aliran gas Rusia melalui Nord Stream 1 itu bisa menyebabkan Eropa terancam krisis gas. Karena seperti yang diketahui, Pipa Nord Stream 1 mengangkut 55 miliar meter kubik (bcm) gas per tahun dari Rusia ke Jerman di bawah Laut Baltik.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pun memberi warning ke Eropa. Ia mengatakan kelompok benua itu perlu mempersiapkan kemungkinan bahwa Rusia menyetop pasokan gas.

“Rusia tidak pernah bermain sesuai aturan dalam energi. Tidak akan bermain kecuali memperlihatkan kekuatannya,” kata Zelensky di aplikasi perpesanan Telegram, menurut terjemahan NBC News, dikutip CNBC International, Selasa (12/7/2022).

“Sekarang tidak ada keraguan bahwa Rusia akan mencoba tidak hanya untuk membatasi sebanyak mungkin tetapi juga untuk sepenuhnya menghentikan pasokan gas ke Eropa,” tambahnya. “Inilah yang perlu kita persiapkan untuk saat ini.”

Share :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *